Indonesia dan Australia Jajaki Upaya Peningkatan Konektivitas Antara Indonesia Bagian Timur dengan Australia Bagian Utara

46
Menhub Budi Karya Sumadi tengah membahas penerbangan rute perintis antara NTT menuju Darwin yang rencananya diadakan tahun 2019. Foto : Kementerian Perhubungan
Menhub Budi Karya Sumadi tengah membahas penerbangan rute perintis antara NTT menuju Darwin yang rencananya diadakan tahun 2019. Foto : Kementerian Perhubungan

KAGAMA.CO, JAKARTA – Indonesia dan Australia berkomitmen memperkuat konektivitas antar kedua negara, salah satunya menjajaki peningkatan konektivitas antara Indonesia Bagian Timur dengan Australia Bagian Utara.

Peningkatan konektivitas dengan mengkaji rute penerbangan perintis Nusa Tenggara Timur menuju Darwin. Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai bertemu sekaligus mengantar Perdana Menteri Australia Scott Morrison di Halim Perdanakusuma pada Sabtu (1/9/2018).

“Banyak sekali konektivitas antara Jakarta, Melbourne, Sydney, Bali. Ini harus kita tingkatkan karena memang dari Australia ingin menambah dari jumlah yang sudah ada sekarang.”

“Kita tengah membahas penerbangan rute perintis antara NTT menuju Darwin yang rencananya diadakan tahun 2019,” tutur Menhub Budi Karya.

Menhub mengatakan kedua negara telah sepakat mengadakan kerjasama dalam bidang pendidikan yang berkaitan dengan perhubungan.

Kedua negara berkesempatan untuk kerja sama dalam pendidikan baik formal maupun hal-hal yang berhubungan dengan Kementerian Perhubungan.

“Kita sepakat kerjasama di semua lini dari darat, udara, kereta api maupun laut,”

“Karena Australia memiliki kompetensi untuk dibagi dan kita juga memiliki kebutuhan tentang itu,” ujar Menhub Budi.

Lantas, dia memberi contoh, soal kereta, Australia cukup dalam dan kompeten di bidangnya jadi kita bisa banyak belajar seperti rel yang kecil (ukuran) di Australia masih dipakai.

Lalu di sektor laut juga banyak, karena mereka memiliki keahlian yang baik, sejarah Australia dengan Indonesia Bagian Timur dekat.

Menhub sangat mengapresiasi kunjungan PM Australia Scott Morrison.

Dia menilai, Australia menaruh perhatian yang sangat besar kepada Indonesia.

Pasalnya, Indonesia merupakan negara pertama yang dikunjungi PM Australia yang belum sepekan dilantik.

“Kunjungan begitu spesial karena beliau (PM Australia) baru beberapa hari dilantik, beliau datang ke sini.”

“Ini menunjukan hubungan antara Indonesia dan Australia erat,” tutur Menhub Budi Karya.

Sementara itu Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia, Kristiarto S. Legowo, mengatakan konektivitas antara Indonesia dengan Australia menjadi isu penting yang dibahas dalam pertemuan dengan PM Australia.

Menurutnya, secara spesifik telah disebut upaya peningkatan konektivitas antara Australia Utara dengan Indonesia Bagian Timur.

“Isu konektivitas menjadi yang utama, nanti menjadi area utama kerja sama antara Indonesia dan Australia.”

“Dalam dokumen telah ditegaskan pengajuan konektivitas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur dan Australia Utara, di situ secara spesifik ditegaskan kemajuan link transportasi di kedua wilayah tersebut,” pungkas Dubes Kristiarto.

 
Sumber : Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan