Gitar Batik Indonesia Perkaya Koleksi Museum Oriental di Rusia

222
Gitar Batik Indonesia Perkaya Koleksi Museum Oriental di Rusia.(Foto: Dok. KBRI Moskow)
Gitar Batik Indonesia Perkaya Koleksi Museum Oriental di Rusia.(Foto: Dok. KBRI Moskow)

KAGAMA.CO, MOSKOW—Sebuah gitar elektrik bermotif batik Katedral St. Basil dari GnB Guitars dan sebuah gitar akustik kecil (guitalele) batik dari Batiksoul Guitars resmi disumbangkan kepada State Museum of Oriental Art di Moskow, Rusia. Kedua alat musik ini akan melengkapi koleksi benda-benda seni dari Indonesia yang telah dimiliki museum tersebut, seperti wayang kulit, keris, ukiran, patung dan beberapa kain batik.

Gitar dan guitalele batik diserahkan langsung oleh pendiri GnB Guitars Haryo Kongko Sasongko dan pendiri Batiksoul Guitars Indonesia Guruh Sabdo Nugroho kepada Direktur Jenderal Museum A.V. Sedov. Penyerahan disaksikan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus M. Wahid Supriyadi di State Museum of Oriental Art pada Selasa (07/08/2018).

Yuri Dulloh, penghasil kopi dari Kebumen menjelaskan kopi Kebumen dan gelas bambu untuk kopi kepada Direktur Jederal Museum Oriental Moskow A.V. Sedov di Moskow.(Foto: Dok. KBRI Moskow)
Yuri Dulloh, penghasil kopi dari Kebumen menjelaskan kopi Kebumen dan gelas bambu untuk kopi kepada Direktur Jederal Museum Oriental Moskow A.V. Sedov di Moskow.(Foto: Dok. KBRI Moskow)

Kongko menceritakan bahwa gitar batik dengan desain berbeda juga telah mengisi Museum White House dan diterima langsung oleh Presiden Obama tahun 2014. Khusus inspirasi batik bermotif Katedral St. Basil diperoleh pria asal Yogyakarta ini pada Januari 2016 ketika berkunjung ke Museum Beatles Story di Liverpool dan melihat salah satu merchandise lagu “Back to the USSR”. Sejak proses batik motif St. Basil pada gitar selesai, ia telah berangan-angan untuk menyerahkan gitar tersebut ke Rusia.

Sementara Guruh yang setidaknya sudah dua kali berkunjung ke Rusia dan belum menemukan instrument guitalele di negara itu tergelitik untuk menyumbangkan guitalele karya desainnya ke museum di Rusia. Guitalele yang diserahkan juga bukanlah guitalele biasa, namun yang pertama kali dibuat menggunakan kayu mahogany dan batik pewarna alam asli Indonesia.