Fandi Setya Nugraha Suka Meniru Ibunya yang Menjadi Polwan

789

DIA memang senang melihat polisi. Kebetulan saya juga Polwan. Anak saya mulai kecil meniru saya.”

Demikian ucap AKBP Jumiati (57) mengenang putra bungsunya, Brigadir Polisi (Anumerta) Fandi Setya Nugraha yang gugur dalam tugas akibat kerusuhan di Mako Brimob Cimanggis, Depok, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Jumiati yang bertugas di Polres Magelang, Jawa Tengah mengungkapkan kenangannya kepada sejumlah jurnalis yang mewawancarainya, Jumat (21/6/2018) di ruang Rektor UGM, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta.

Jumiati bersama menantunya, dr. Geha Solihah (28) dan cucunya, Shanum yang masih berusia delapan bulan, hari itu memenuhi undangan Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M. Eng., D. Eng. guna menerima santunan dari alumni UGM yang tergabung dalam Kagama Virtual. Turut menyaksikan pemberian santunan sebesar Rp40.300.000, antara lain Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni Dr. Paripurna, S.H., M.Hum., LL.M., Dekan Sekolah Vokasi UGM Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D, dan lainnya. Sementara itu, dari Kagama Virtual yang hadir, antara lain Sulastama Raharja, drg. Dian Nirmalasari, dan lainnya.

Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M. Eng., D. Eng. berbincang dengan AKBP Jumiati, ibunda dari alm Fandi Setya Nugraha seusai pemberian santunan dari Kagama Virtual untuk keluarga Fandi [Foto R. Toto Sugiharto/KAGAMA]
Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M. Eng., D. Eng. berbincang dengan AKBP Jumiati, ibunda dari alm Fandi Setya Nugraha seusai pemberian santunan dari Kagama Virtual untuk keluarga Fandi [Foto R. Toto Sugiharto/KAGAMA]
Dikatakannya, sebelum insiden rusuh terjadi, ia tidak ada firasat apa pun. Tapi, karena sudah tiga hari ia tidak mendapatkan kabar dari Fandi, ia gelisah. Lebih-lebih ia menyaksikan ditelevisi muncul berita insiden rusuh oleh teroris di Mako Brimob, tempat Fandi bertugas sebagai anggota Densus 88, ia segera menelepon putranya. Tapi, tidak bisa dikontak. Kiriman pesannya juga tidak dibalas. Ia kemudian menelepon menantunya, dr. Geha Solihah dan mendapat informasi menantunya dijemput rekan suaminya untuk pengamanan. Kemudian siang harinya ia menerima kabar perihal kematian Fandi yang meninggalkan seorang istri dan satu anak, Shanum.