25 Tahun Hubungan Diplomatik, Indonesia-Belarus Susun Langkah Konkrit Peningkatan Kerja Sama Bilateral

217
Dirjen Amerop Kemlu RI, Muhammad Ansor (kanan) dan Deputi Menlu Belarus, Andrei Dapkiunas pada pertemuan kedua Konsultasi Bilateral RI-Belarus di Minsk, 24 Mei 2018.
Dirjen Amerop Kemlu RI, Muhammad Ansor (kanan) dan Deputi Menlu Belarus, Andrei Dapkiunas pada pertemuan kedua Konsultasi Bilateral RI-Belarus di Minsk, 24 Mei 2018.

KAGAMA.CO, MINSK – Memperingati 25 tahun hubungan diplomatik, Indonesia dan Belarus telah menyusun langkah-langkah konkrit peningkatan kerja sama bilateral di segala bidang. Hal tersebut merupakan hasil pertemuan delegasi kedua negara dalam Forum Konsultasi Bilateral (FKB) RI-Belarus ke-2 di Minsk, Belarus, Kamis (24/5/2018).

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri, Duta Besar Muhammad Anshor yang didampingi Wakil Kepala Perwakilan RI, Lasro Simbolon, Direktur Eropa III Kementerian Luar Negeri, Ardian Wicaksono, Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Moskow, Fauzi Bustami, dan delegasi Indonesia lainnya. Sedangkan Delegasi Belarus dipimpin oleh Deputi Menteri Luar Negeri, Duta Besar Andrei Dapkiunas didampingi para pejabat Kementerian Luar Negeri Belarus.

Menurut Duta Besar Muhammad Anshor, kedua negara memanfaatkan momentum 25 tahun hubungan diplomatik ini untuk membahas status perkembangan kerja sama bilateral, khususnya sejak kunjungan Presiden Belarus, Alexander Lukashenko ke Indonesia pada Maret 2013 dan pertemuan FKB pertama RI-Belarus di Jakarta pada Oktober 2016.

Di bidang politik, Belarus kembali menegaskan peran penting Indonesia sebagai mitra utama di Asia Tenggara, khususnya di kawasan ASEAN, dan dukungan kepada Indonesia dalam fora Internasional.

Belarus menyampaikan kesannya yang tulus terhadap Indonesia sebagai negara yang memiliki wibawa dalam upaya penyelesaian isu global dan regional.

Harapan ini senantiasa disampaikan Belarus khususnya terkait pencalonan RI sebagai anggota Tidak Tetap DK PBB. Selain itu, kedua negara juga mendorong peningkatan interaksi pejabat kedua negara, termasuk hubungan antar parlemen.

Kedua negara kembali menegaskan perlunya peningkatan nilai perdagangan bilateral yang seimbang (two-way trade) melalui peningkatan interaksi mitra bisnis (business to business contact), perluasan perdagangan menuju perjanjian perdagangan bebas dengan Eurasian Economic Union (FTA RI-EAEU), dan pemanfaatan mekanisme sidang komisi bersama RI-Belarus. Belarus juga menegaskan dukungan penuh terhadap Indonesia yang masih menunggu proses menuju perundingan bebas RI-EAEU.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga sepakat untuk mempromosikan people to people contacts di masing-masing negara untuk meningkatkan pemahaman bersama, khususnya memperingati usia 25 tahun hubungan diplomatik. Untuk itu, Indonesia akan mengadakan event ‘Indonesia Day’ di Minsk pada bulan November 2018, demikian pula Belarus berencana akan melakukan hal yang sama di Indonesia.

Kedua negara sepakat untuk memperbanyak kunjungan wisatawan dan pertukaran pelajar, termasuk partisipasi pemuda Belarus dalam darmasiswa program dan beasiswa seni dan budaya Indonesia.

Delegasi Indonesia memanfaatkan kunjungan ke Minsk untuk bertemu dengan pihak Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Belarus guna mendorong kesiapan misi bisnis Belarus untuk berpartisipasi pada Trade Expo Indonesia 2018 tanggal 24-28 Oktober 2018 di Jakarta dan usulan penyelenggara forum bisnis kedua negara.

KADIN Belarus sedang merencanakan forum bisnis Belarus-ASEAN pada paruh kedua tahun ini dan mengharapkan dukungan Indonesia untuk melaksanakan forum bisnis Belarus-Indonesia di Indonesia tahun depan.

Sementara itu, Ardian Wicaksono mengatakan bahwa menginjak usia 25 tahun, kedua negara sangat mengharapkan plan of action yang telah disusun akan semakin mendorong sinergi dan kolaborasi bersama dalam peningkatan kerja sama bilateral, regional dan multilateral.

Hubungan diplomatik Indonesia dengan Belarus telah terjalin sejak ditandatangani Komunike Bersama Pembukaan Hubungan Diplomatik antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Belarus pada 18 Juni 1993.

 

Sumber : KBRI Moskow