Teknologi Informasi Ubah Gaya Hidup Masyarakat Dalam Bertransportasi

52

Menhub mengungkapkan, kita tidak bisa mengantisipasi online sehingga kita melakukan suatu proses tertentu yang sesuai antara regulasi dengan kondisi yang terjadi di lapangan meskipun hingga saat ini belum sepenuhnya bisa diatasi meskipun kita sudah berusaha.

“Kegiatan transportasi sangat banyak melayani masyarakat, baik melayani tanpa memberikan suatu nilai tambah ekonomi maupun memberi nilai tambah ekonomi. Masyarakat, anak muda, dan kaum start up pasti tertarik,” ungkap alumni Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada ini.

Menurutnya, jika pengembangan bisnis didukung dengan adanya sosialisasi yang terarah atau afiliasi, tentu kita bisa melayani kebutuhan masyarakat dengan cepat dan lugas.

Contohnya, masalah pelayanan angkutan darat yaitu bis dan kereta api yang hingga saat ini masih mengalami kendala.

Berkat adanya sosialisasi yang terarah, harapannya bisa memberi pelayanan yang lebih efisien dan memberi manfaat untuk masyarakat.

Dukungan konkrit yang diberikan oleh pemerintah yaitu membuka ruang dalam memperbaiki regulasi dan kita dituntut untuk berpikir out of the box.

“Nanti ada pemikiran inovasi yang baik tapi ada regulasi yang menghalangi kita pelajari. Tidak serta merta mengubah, kita lihat inovasi tersebut memberi nilai tambah atau tidak,” tutur Menhub Budi Karya.

Perkembangan startup di Indonesia berada di peringkat empat di dunia dengan jumlah startup 1.716 dibawah negara Amerika Serikat berjumlah 28.821 startup, India berjumlah 4.753 startup, dan Inggris 2.983 startup.

“Tahun 2018 tercatat dunia digital begitu maju di Indonesia. Kita harus mewadahi anak dan adik kita yg begitu kreatif,” pungkas Menhub Budi.

 

Sumber : Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan