Ikuti YALPI, Rahma Turut Rumuskan Kebijakan “Disruptive Technology”

334

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Rahma, mahasiswi Fakultas Hukum angkatan 2014 menjadi delegasi UGM pada Young ASEAN Leaders Policy Initiative (YALPI) pada 7-12 Februari 2018 lalu.

Dalam forum yang bertemakan “Strengthening Sustainable Development” di Bangkok, Thailand, Rahma menjadi wakil UGM membawakan subtema mengenai Disruptive Technology di antara subtema lainnya.

YALPI merupakan komunitas pemuda dan scholar yang berdedikasi untuk mendukung riset yang berpotensi mempengaruhi kebijakan internasional di negara masing-masing delegasi sebagai strategi menghadapi tantangan di negara ASEAN. Berbentuk forum akademik internasional, YALPI mempertemukan berbagai elemen pemuda yang antusias dan berwawasan tinggi terhadap isu-isu yang terjadi di ASEAN.

Rahma beserta delegasi dari negara-negara ASEAN dan Korea Selatan menganalisis dan berdiskusi masalah-masalah yang terjadi di ASEAN terkait isu disruptive technology. Tim disruptive technology berasal dari berbagai macam latar belakang, mulai dari mahasiswa hingga konsultan internasional.

Hasil diskusi diolah dan menjadi sebuah policy paper recommendation yang akan dipresentasikan pada perwakilan pembuat kebijakan dan peneliti akademik.

Perkembangan teknologi, seperti e-commerce, ride-sharing application, automation, dampak perkembangan teknologi, dan sebagainya menjadi bahasan diskusi tim. Setelah melihat urgensi yang terjadi di seluruh negara ASEAN, tim mencapai konsensus bahwa automation pada industri merupakan permasalahan pokok yang harus dipikirkan. Hal ini karena teknologi automation menyebabkan low-skilled labor banyak digantikan oleh robot.