Pameran Seni Rupa Dosen dan Alumni UGM Dibuka Prof. Faruk dan Dr. Sindung

435

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Aktor film dan teater Landung Rusyanto Simatupang (66) membaca sajak-sajak karya Subagio Sastrowardoyo, Senin (11/12/2017) malam di Selasar Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri UGM, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta. Pembacaan sajak itu mengiringi Pembukaan Pameran Seni Rupa “Membongkar Bingkai Membuka Sekat”.

Sebelum baca beberapa sajak mendiang Subagio, Landung yang juga penyair dan alumnus Jurusan Sastra Inggris FIB UGM, bernostalgia saat kuliah di Kampus Biru dan aktif di Purnabudaya (sekarang PKKH UGM) disertai guyonan. Beberapa sajak Subagio Sastrowardoyo yang dibacanya, antara lain “Aku Tidak Bisa Menulis Puisi Lagi”, “Paskah di Kentucky Fried Chicken”, “Afrika 1957”, “Malam Pengantin”, dan “Bulan Ruwah”.

Landung Rusyanto Simatupang, alumnus Jurusan Sastra Inggris FIB UGM, aktor film, teater, dan penyair [Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA]
Landung Rusyanto Simatupang, alumnus Jurusan Sastra Inggris FIB UGM, aktor film, teater, dan penyair [Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA]
Wakil Ketua Panitia Dies UGM ke-68 Dr. Sindung Tjahyadi dan Kepala PKKH UGM Prof. Dr. Faruk Tripoli, S. U. membuka pameran secara simbolik dengan membuka pintu kaca ruang pameran. Pameran seni rupa dijadwalkan berlangsung dari 11 hingga 16 Desember 2017 mlai pukul 08.00-20.00 WIB. Pameran ini diikuti 23 perupa dari alumni dan dosen UGM dengan beragam karya, antara lain lukis, patung, instalasi, ataupun seni rupa interaktif.

Banyak Ide Nakal dan Inovatif

Wakil Ketua Panitia Dies UGM ke-68 Dr. Sindung Tjahyadi menyampaikan, pameran seni rupa memenuhi amanah UGM sebagai pusat budaya yang semakin lama semakin berkembang. Aktivitas mahasiswa di Unit Seni Rupa (USER) pada masanya, sebagai alumni, akan muncul dan karya mereka dipamerkan.

Dr. Sindung Tjahyadi, Wakil Ketua Panitia DIes UGM ke-68 [Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA]
Dr. Sindung Tjahyadi, Wakil Ketua Panitia DIes UGM ke-68 [Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA]
Sindung berharap untuk pelaksanaan pameran seni rupa ke depan akan diagendakan seperti yang digelar 11-16 Desember 2017 namun dengan persiapan lebih bagus lagi. Mengingat, panitia Dies UGM ke-68 juga baru dibentuk awal September 2017.

“Tahun depan diharapkan banyak waktu untuk persiapan Dies,” ujarnya.

Prof. Dr. Faruk Tripoli, SU, Kepala PKKH UGM, Guru Besar FIB UGM [Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA]
Prof. Dr. Faruk Tripoli, SU, Kepala PKKH UGM, Guru Besar FIB UGM [Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA]
Kepala PKKH UGM Prof Dr Faruk Tripoli, SU menambahkan, pameran tersebut mungkin belum bisa mengakomasi lebih banyak karya alumni dan dosen UGM karena waktu untuk persiapan terlalu pendek. Faruk berharap acara serupa bisa berlanjut menjadi mata acara tetap sebagai rangkaian Dies UGM.

“Dengan pameran ini menunjukkan, alumni UGM bisa juga berkarya. Tidak  hanya di bidang akademik. Ternyata banyak ide yang nakal dan mengejutkan. Kenakalan ini yang saya kira perlu dihidupkan lagi. UGM makin lama kurang nakal. Mudah-mudahan ini jalan menuju nakal. Karena, kebaikan kalau tak nakal, tak kreatif. Akan melahirkan inovasi,” pungkasnya. [rts]