Bangun Kawasan Pesisir Perlu Ubah Mindset Masyarakat

78

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Membangun perekonomian masyarakat pesisir selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) harus dimulai dari mengubah mindset atau pola pikir. Kecenderungan masyarakat pesisir selatan yang irasional harus diubah menjadi rasional.

Upaya tersebut telah dilakukan Universitas Gadjah Mada dengan mendatangkan nelayan dari Banyuwangi. Kini, warga pesisir selatan DIY berani menjadi nelayan.

“Masyarakat pesisir sebelumnya meyakini ada Nyi Roro Kidul. Ini sudah berhasil kita ubah mindset mereka. Kita datangkan nelayan dari Banyuwangi. Sekarang nelayan Bantul berani,” urai Prof. Dr. Suratman, M. Sc.

Prof. Dr. Suratman, M. Sc. menjadi narasumber Kongres Maritim II: Kedaulatan Maritim untuk Kesejahteraan Rakyat, Mengawal Implementasi Kebijakan Kelautan Indonesia hari kedua, Minggu (10/12/2017) di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta.

Tiga narasumber lainnya yang hadir adalah Kepala Bappeda DIY Drs.Tavip Agus Rayanto.MSi, Sekda Kulonprogo  Ir. RM. Astungkoro, M. Hum., dan Guru Besar Fakultas Teknik Sipil UGM Prof. Ir. Nur Yuwono, Dip.HE., Ph.D. Forum tersebut dimoderatori oleh  Dr. I Made Andi Arsana.

Dikatakan oleh Guru Besar Fakultas Geografi UGM itu, kepercayaan masyarakat Jawa tentang mitos Ratu Laut Selatan atau Nyi Roro Kidul berakibat ketakutan mereka mengarungi samudera dengan perahu. Alhasil, masyarakat pesisir hanya berani menjadi pengail dengan hasil tangkapan tidak memadai. Mindset tersebut harus diubah agar masyarakat pesisir hidup lebih berdaya.

“Dunia maritim itu menempatkan laut sebagai halaman depan. Artinya, mindset masyarakat pesisir harus diubah. Kita suddah mengawalinyadengan riset unggulan terpadu, antara lain membangun Museum Gumuk Pasir dan Geomaritime Science Park di Depok, Parangtritis, Bantul. Sekarang kita sedang mengembangkan ide Pusat Informasi Maritim sebagai pusat informasi leadership maritim di Yogyakarta,” imbuhnya. [rts]