Nitilaku 2017 Wujudkan Sinergi Masyarakat, Pemerintah DIY, Mahasiswa, dan Alumni

211

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Kegiatan  Nitilaku yang dilaksanakan setiap tahun kini telah memasyarakat. Kenyataan itu terlihat dari besarnya antusiasme dan kontribusi masyarakat di sekitar ruas jalan yang dilewati. Mereka menyiapkan makanan rakyat untuk peserta yang berjalan kaki sejauh sekitar enam kilometer, dari Pagelaran Keraton Yogyakarta hingga Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta.

Ketua Panitia Kerja Nitilaku 2017, Drs. Hendrie Adji Kusworo, M. Sc., Ph. D mengungkapkan hal itu kepada kagama.co belum lama ini. Timbulnya  partisipasi masyarakat, menurut Adji, berkaitan konsep kegiatan 3-K, yakni Keraton, Kampung, dan Kampus. Pihaknya pun  mencoba menyinergikan dengan membangun kerja sama dengan masyarakat langsung maupun pemerintah daerah, atau melalui Pengcab Kagama.

“Kita koordinasi dengan mereka. Partisipasi  mereka luar biasa, memakai pakaian yang sama dengan atmosfir yang kita ingin ciptakan. Bukan hanya di sekeliling jalur itu, kita ingin menjadikan Jogja itu jadul sehari,” ungkap Dosen FISIPOL UGM.

Nitilaku tahun ini, lanjut Adji, akan diselenggarakan pada  Minggu (17/12/2017). Seperti tahun lalu, tim panitia tetap akan menjadikan ikon masa lalu, dengan bentuk kegiatan street festival kemudian membawa sesuatu yang diperoleh oleh sivitas akademika UGM hari ini ke masyarakat.

“Maksudnya, agar kita semua tidak melupakan asal muasal kita semua. Tapi, pada waktu yang sama, kita melakukan antisipasi terhadap masa depan,” terangnya.

Nitilaku 2017 akan mengusung tema  sesuai  tema Dies Natalis ke-69 UGM, “Bersama UGM Bela Bangsa dan Negara”. Untuk itu tema Nitilaku 2017 adalah “Holobis Kuntul Baris, Gotong Royong Membangun Bangsa Cancut Tali Wanda mBangun Negara”.

Rute yang akan dilalui adalah dari Keraton, melewati Jalan Malioboro, Jalan Mangkubumi, Jalan Sudirman, kemudian C Simanjuntak, Jalan Kaliurang, dan kemudian berbelok ke timur menuju Gedung Pusat UGM. Dan, dari sana peserta pawai akan berkumpul bersama-sama melakukan resepsi sarapan pagi di lapangan Grha Sabha Pramana.

Sementara itu, di sepanjang jalan akan ditempatkan sekitar 20 panggung kesenian yang diharapkan merepresentasi 20 Fakultas dan Sekolah di UGM, kemudian di Lapangan Pancasila akan dibangun lima panggung, yang kesemuanya akan berisi atraksi, seni, baik dari sivitas akademika UGM maupun dari masyarakat dan juga kontribusi dari Pengurus Daerah, Pengurus Cabang Kagama dan juga pemerintah.

Adji melihat kemungkinan bertambahnya jumlah peserta Nitilaku. Kalau tahun lalu pesertanya menurut catatan pendaftar sekitar 6000 orang, maka tahun ini pihaknya berharap akan hadir sekitar 7000 orang. Adji juga berharap kegiatan tahun ini  merupakan pengembangan dari kegiatan Nitilaku yang secara sistematis sudah dilakukan sejak tahun  lalu.

“Mudah-mudahan tahun ini akan lebih bagus dan kemudian tahun-tahun yang datang akan membuktikan bahwa komitmen UGM untuk mengembangkan budaya dan kebudayaan salah satunya bisa direpresentasi lewat kegiatan Nitilaku,” pungkasnya. [Taufiq Hakim]