Menteri Basuki Cek Kesiapan Tol Becakayu Jelang Diresmikan

152

KAGAMA.CO, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menambah panjang jalan tol dalam upaya mengurangi biaya logistik di Indonesia. Salah satu ruas tol yang telah lama ditunggu adalah Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu) sepanjang 21,04 km. Pembangunan tol ini sempat terhenti cukup lama, namun akhirnya dimulai lagi pembangunannya pada bulan November 2014.

Keberadaan jalan tol ini akan memperkuat struktur wilayah dan melengkapi sistem jaringan jalan tol pada kawasan metropolitan Jabodetabek, sekaligus menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional Kabinet Kerja di bawah Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla.

Saat ini progres konstruksi Tol Becakayu yang terdiri dari 2 seksi sepanjang 21 km telah mencapai keseluruhan 45,61 persen. Dari progres tersebut, konstruksi Seksi 1 (Kasablanka-Jaka Sampurna) khususnya seksi 1B dan 1C yang menghubungkan Cipinang Melayu-Pangkalan Jati-Jakasampurna sepanjang 8,26 km siap diresmikan pada November 2017. Sedangkan keseluruhan jalan tol Becakayu diharapkan tuntas terhubung pada 2019.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono lebih dulu mengecek kesiapan Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu) menjelang diresmikan [Foto ISTIMEWA]
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono lebih dulu mengecek kesiapan Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu) menjelang diresmikan [Foto ISTIMEWA]
“Saya ingin melihat langsung ke lapangan progres Tol Becakayu dan akan saya laporkan kepada Presiden di sidang kabinet,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang mengunjungi Tol tersebut, Minggu (22/10/2017). Sedangkan untuk seksi 1A dari DI Panjaitan-Cipinang (Casablanca) sepanjang 3,19 km ditargetkan rampung pada Mei 2018.

Menteri Basuki mengatakan sebelum diresmikan akan digelar festival jalan tol sebagai bagian dari sosialisasi penggunaan Tol Becakayu. Meski baru sebagian yang diresmikan, namun kehadiran tol ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Raya Kalimalang dan Tol Jakarta-Cikampek akibat penumpukan volume kendaraan di Gerbang Tol Halim.