Tekan Kecelakaan, Menhub Minta Perlintasan Sebidang Liar Ditutup

79
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan di Pulau Jawa terdapat kira-kira 900 perlintasan sebidang resmi dan lebih dari 1000 perlintasan sebidang tidak resmi.

KAGAMA.CO, JAKARTA – Guna menekan angka kecelakaan pengguna jalan khususnya di pintu perlintasan sebidang (kereta api) tidak resmi atau liar, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta agar pintu perlintasan liar tersebut segera ditutup.

“Berkaitan dengan lintasan sebidang liar, saya memang minta tolong kepada Pemda, Kepolisian untuk menyelesaikan secara progresif secara cepat,” kata Menhub Budi usai hadir pada acara Diskusi bertema Permasalahan dan Upaya Meminimalkan Risiko Kecelakaan di Perlintasan Sebidang di Jakarta belum lama ini.

Dengan ditutupnya perlintasan sebidang ini selain dapat menekan angka kecelakaan, menurut Menhub dengan tidak adanya lintasan liar tersebut maka dapat meningkatkan kecepatan lalu lintas kereta api.

Lebih lanjut dijelaskan Budi Karya, di Pulau Jawa terdapat kira-kira 900 perlintasan sebidang resmi dan lebih dari 1000 perlintasan sebidang tidak resmi. Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan mencatat di Pulau Jawa total terdapat 4302 perlintasan sebidang yang terdiri dari 969 perlintasan dijaga, 2923 perlintasan tidak dijaga, dan 410 perlintasan liar.

Di Pulau Sumatera sendiri Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan mencatat terdapat total 909 perlintasan sebidang.

Dalam forum diskusi bertema Permasalahan dan Upaya Meminimalkan Risiko Kecelakaan di Perlintasan Sebidang  terungkap di di Pulau Jawa total terdapat 4302 perlintasan sebidang yang terdiri dari 969 perlintasan dijaga, 2923 perlintasan tidak dijaga, dan 410 perlintasan liar.
Dalam forum diskusi bertema Permasalahan dan Upaya Meminimalkan Risiko Kecelakaan di Perlintasan Sebidang terungkap di di Pulau Jawa total terdapat 4302 perlintasan sebidang yang terdiri dari 969 perlintasan dijaga, 2923 perlintasan tidak dijaga, dan 410 perlintasan liar.