Merayakan Kelulusan bersama Mahasiswa Adik Angkatan

722

BENDERA tiga warna merah, biru, dan hitam berkibaran diterpa angin pagi. Sedikitnya ada 100-an mahasiswa dari Angkatan 2013 hingga 2017. Mereka turut merayakan wisudawan/wati, kakak angkatan yang diwisuda, Rabu (23/8/2017) pagi di Grha Sabha Pramana UGM, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta.

Mereka menyanyikan lagu dengan syair terdengar sebagai berikut,

Mesinku lulus lagi  

Du di du di dam,

Hari ini mesinku wisuda

solidarity

Salah satu mahasiswa mengatakan, “Terima kasih ya, sambutannya. Pesennya buat temen-temen ada dua. Dilanjutkan terus budaya baiknya, menyambut seperti ini. Yang kedua, tambah rame ya, semakin kompak,” ucapnya di depan kawan-kawannya seraya mengajak menyerukan yel-yel mereka, Solidarity Teknik Mesin.

Disambut kawan-kawannya, “Solidarity Teknik Mesin…”

Khoirun Annisa (kanan) bersama kawan yang bersamaan mengikuti prosesi wisuda (Foto Desti/KAGAMA)
Khoirun Annisa (kanan) bersama kawan yang bersamaan mengikuti prosesi wisuda (Foto Desti/KAGAMA)

Mereka adalah mahasiswa adik angkatan wisudawan yang melepas kelulusan kakak angkatan mereka. Kelulusan sebagai simbol kebebasan. Karenanya, kemudian sebagian yang membawa balon melepaskan balon-balon mereka. Sorak sorai riang mengiringi balon yang melambung ke angkasa tinggi. Mereka, bersama Zidan Yusron W, penanggung jawab penyambutan wisudawan,  menumpang kereta kelinci, berkeliling melewati Fakultas Kedokteran Gigi menuju Tugu Fakultas Teknik untuk mengikuti prosesi wisuda di jurusan.

Bendera tiga warna, terdiri warna merah, biru, dan hitam mengidentikkan dengan Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UGM.

Beragam perasaan tentu mengharu biru rongga dada para wisudawan dan juga mahasiswa adik angkatan mereka yang melepas kelulusan kakak-akak angkatannya. Beragam cara pun diekspresikan para wisudawan dan juga mahasiswa adik angkatan mereka tatkala melepas kakak angkatannya yang akan meninggalkan Kampus Biru.

Karin Permata Ningrum merasa senang dan bebas dari beban menulis skripsi dan kuliah selama 3,5 tahun (Foto Desti/KAGAMA)
Karin Permata Ningrum merasa senang dan bebas dari beban menulis skripsi dan kuliah selama 3,5 tahun (Foto Desti/KAGAMA)

Osep Sumantri, wisudawan yang menyelesaikan studi Fakultas Pertanian, program studi Agronomi atau Agroekonomi, merayakan kelulusan bersama kerabatnya yang datang dari Subang, Jawa Barat. Mereka menikmati suasana Yogyakarta dari semalaman hingga pagi itu. “Sengaja mau sekalian jalan-jalan, dari semalem, sudah dua hari. Semua tante, eyang, ikut serta,” ucapnya senang.

Khoirun Annisa yang menyelesaikan kuliah dari Fakultas Biologi misalnya, lebih banyak berharap segera mendapatkan pekerjaan sesuai kompetensinya, terutama di bagian riset. “Perusahaan apa saja, tapi maunya di bagian research and development,” ujarnya.

Perasaan senang juga dirasakannya karena kini ia semakin banyak teman baru dan bisa beragi informasi.

Yeftamikha, wisudawan Prodi Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM (Foto Desti/KAGAMA)
Yeftamikha, wisudawan Prodi Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM (Foto Desti/KAGAMA)

Senada dengan Annisa,  Yeftamikha dari Teknik Geologi Faktultas Teknik, pun menginginkan segera mendapatkan pekerjaan. Momentum wisuda, menurutnya juga membuatnya senang karena bertemu banyak teman. Sbeleumnya, saat menyelesaikan skripsi, ia merasakan kesulitan. “Waktu skripsi banyak susahnya, karena kesulitan dari diri sendiri, suka males, mood-mood-an, sayangnya (Skripsi) mata kuliah  wajib sih. Kalau kiatnya biar cepat selesai nulis skripsi, deket sama kawan. Banyakin temen, karena kawan yang nyemangatin,” ucapnya semangat.

Bagi Karin Permata Ningrum dari Fakultas Hukum, momentum wisuda adalah event yang menyenangkan sekali. Mengingat, selama sekitar 3,5 tahun, ia sudah mengalami susah payah menyelesaikan skripsi. Dan, akhirnya ia berhasil menyelesaikannya dengan predikat Memuaskan.

“Sukanya banyak orang baru, dari berbagai background, budaya. Jadi, bisa belajar, beradaptasi. Dukanya, ujian susah, nilai jelek. Dosen pembimbing skripsi Dekan jadi jarang bisa ditemui. Kalau boleh pesan, dosen jangan mempersulit. Jangan membuat susah mahasiswa yang mau ketemu. Enjoy aja, jalani, nikmati prosesnya. Jangan stress.” terangnya.

Neti Herawati yang menyelesaikan studi D3 Ekonomika dan Bisnis pun mengaku lega dan senang lantaran sudah berhasil menyelesaikan studi. Menurutnya, setiap proses tentu ada mengalami kesulitan, misalnya saat pengumpulan data, menunggu dosen dan tiba-tiba dibatalkan konsultasi bimbingannya. Yang jelas, satu pesan buat adik-adik mahasiswa yang masih menyelesaikan studi, jangan membolos kuliah. [Desti]