Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 yang Penuh Warna

580
Nilam Sukma Pawening dari Provinsi DKI Jakarta, yang pada peringatan tahun lalu bertugas sebagai pembawa bendera pada upacara di Istana Merdeka kali ini bertugas sebagai pembawa bendera dari Monumen Nasional. Naskah proklamasi turut dibawa dalam prosesi ini.

KAGAMA.CO, JAKARTA – Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 berlangsung meriah. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Istana Kepresidenan kembali menggelar upacara bendera untuk menyambut hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

Prosesi Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 ini dimulai dengan kirab Bendera Negara Sang Merah Putih dan Naskah Proklamasi dari Monumen Nasional menuju Istana Merdeka.

Bendera Merah Purih yang akan dikibarkan dibawa dengan menggunakan kereta kencana dan dikaawal pasukan berkuda.
Bendera Merah Purih yang akan dikibarkan dibawa dengan menggunakan kereta kencana dan dikaawal pasukan berkuda.

Dalam prosesi tersebut, Nilam Sukma Pawening dari Provinsi DKI Jakarta, yang pada peringatan tahun lalu bertugas sebagai pembawa bendera pada upacara di Istana Merdeka kali ini bertugas sebagai pembawa bendera dari Monumen Nasional. Naskah proklamasi turut dibawa dalam prosesi ini.

Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Presiden beserta Wakil Presiden Jusuf Kalla dan istri mengenakan pakaian adat daerah yang menjadi hal baru dalam upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI di Istana Merdeka Jakarta.
Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Presiden beserta Wakil Presiden Jusuf Kalla dan istri mengenakan pakaian adat daerah yang menjadi hal baru dalam upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI di Istana Merdeka Jakarta.

Peringatan pada tahun ini terasa lebih spesial dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sebab, untuk kali pertama, para tamu undangan yang hadir diminta untuk mengenakan pakaian adat kebanggaan mereka. Hal ini tentu menjadikan suasana peringatan kemerdekaan Republik Indonesia semakin berwarna.

Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat Tanah Bumbu Kalimantan Selatan dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo memakai baju kurung suku Minang.
Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat Tanah Bumbu Kalimantan Selatan dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo memakai baju kurung suku Minang.

Setelahnya, sebelum upacara dimulai, tamu undangan dan masyarakat yang telah berada di lingkungan Istana Merdeka disuguhkan dengan sejumlah pertunjukan kesenian. Tarian Jejer Kembang Menur dari Banyuwangi berhasil memukau para tamu undangan. Lagu-lagu perjuangan oleh Gita Bahana Nusantara yang turut membangkitkan semangat peserta upacara dan tamu undangan.

Sajian nasi tumpeng merupakan salah satu hal baru yang dilakukan Presiden Joko Widodo dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI di Istana Merdeka Jakarta.
Sajian nasi tumpeng merupakan salah satu hal baru yang dilakukan Presiden Joko Widodo dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI di Istana Merdeka Jakarta.

Tak ketinggalan, marching band dari TK Kinderfield Duren Sawit dan penampilan Ari Laso di tengah lapangan Istana Merdeka menambah riuh suasana. Inovasi lainnya yang menyita perhatian ialah persembahan “Best National Costume” dari sejumlah provinsi yang semakin mengukuhkan Indonesia sebagai negara dengan kekayaan budaya.

Satu momen langka dalam peringatan HUT Kemerdekan RI Ke-72 di Istana Merdeka Jakarta, dua mantan Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarno Putri bertemu serta berjabat tangan.
Satu momen langka dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-72 di Istana Merdeka Jakarta, dua mantan Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarno Putri bertemu serta saling berjabat tangan.

Presiden Joko Widodo pun yang pagi ini mengenakan pakaian adat Tanah Bumbu Kalimantan Selatan tak sungkan berjabat tangan dengan tamu undangan di tribun tamu undangan Istana Kepresidenan sebelum menuju tempatnya di panggung kehormatan. Sementara Ibu Negara Iriana Joko Widodo tampak anggun dengan mengenakan pakaian adat Minang berwarna merah, lengkap dengan tutup kepalanya.

“Karena memang kita ini warna-warni dan sangat beragam. Inilah Indonesia. Agar tahu bahwa kita ini sangat beragam,” jawab Presiden saat dimintai keterangannya soal alasan mengenakan pakaian adat.

 

Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden