Liputan Lapangan ke Lombok : UGM Menyapa Alumni di Lombok Barat [4 – Habis]

318
Rektor UGM bersama Wakil Rektor, Ketua Pengda Kagama NTB, Bupati Lombok Barat, dan tamu undangan dalam UGM Menyapa Alumni (Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA)
Rektor UGM bersama Wakil Rektor, Ketua Pengda Kagama NTB, Bupati Lombok Barat, dan tamu undangan dalam UGM Menyapa Alumni (Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA)

REKTOR Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Ir. Panut Mulyono, M. Eng., D. Eng. beserta jajaran unsur pimpinan universitas mengunjungi mahasiswa UGM yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dusun Kerujuk Desa Pemenang Kecamatan Pemenang Barat Kabupaten Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (29/8/2017). Kunjungan berlanjut dengan reuni bersama alumni UGM serta Pengurus Daerah Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Pengda Kagama) NTB dengan tajuk “UGM Menyapa Alumni”. Berikut catatan perjalanan R Toto Sugiharto yang mendapat kesempatan turut dalam kegiatan liputan lapangan bersama wartawan yang tergabung di Fortakgama Yogyakarta. [REDAKSI]

SELAIN mengunjungi Desa Ekowisata Kerujuk, Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyono, M Eng., D Eng dan rombongan juga bersilaturahim dengan alumni UGM yang menetap di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan Press Tour pun dilanjutkan dengan pertemuan bersama alumni, bertajuk “UGM Menyapa Alumni”, Sabtu (29/7/2017) malam di Hotel Aruna.

Pada kesempatan memberikan sambutan di acara yang penuh kehangatan itu, Panut Mulyono menyampaikan, UGM selalu ingin menjalin sinergi seluas-luasnya kepada alumni yang tersebar di nusantara dengan jumlah alumni sedikitnya mencapai 300 ribu orang. Mereka tersebar di seluruh pelosok nusantara dan manca negara. Sehingga, terbentuk perkumpulan alumni salah satu contoh di Jepang. Juga,  alumni yang berkiprah serta berorganisasi dan menjalin komunikasi dengan almamater.

Rektor UGM mewakili segenap sivitas akademika UGM menyapa untuk bersilaturahim dengan segenap alumni Kampus Biru yang menetap di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai tradisi UGM menggalang sinergi bersama alumni (Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA)
Rektor UGM mewakili segenap sivitas akademika UGM menyapa untuk bersilaturahim dengan segenap alumni Kampus Biru yang menetap di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai tradisi UGM menggalang sinergi bersama alumni (Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA)

Menurut Panut, UGM selalu dekat dan berkomunikasi tukar informasi dengan alumni. Dari komunikasi itu kontribusi  masing-masing menjadi lebih maksimal.

“UGM juga selalu mengirimkan mahasiswa ber-KKN tak hanya di perkotaan dan pulau maju tapi juga merambah daerah perbatasan, 3T sehingga bisa memberi kontribusi lebih besar untuk percepatan pembangunan di wilayah yang belum beruntung.”

Ditambahkannya pula, UGM juga bekerjasama dengan universitas lokal, setempat dalam kegiatannya, seperti KKN yang disinergikan antara mahasiswa KKN dari UGM dengan mahasiswa universitas setempat sehingga bisa saling mengenal dan bergaul serta menjadi partner.

Selain itu, UGM ingin mencetak kader bangsa berkarakter dan berkepribadian. Sebagai Universitas Pancasila, universitas kebangsaan, universitas kerakyatan, dan universitas pusat kebudayaan, UGM juga harus memelopori  kehidupan berbangsa dan bernegara selalu dalam suasana kondusif dan terawat sehingga kemajuan bangsa lebih dipercepat.

Ketua Pengda Kagama NTB Drs. Mamik Lalu Azhar menyatakan tidak pernah surut sedikit pun kecintaannya kepada almamater dan mengajak alumni di wilayah NTB tetap aktif meski sudah pensiun seperti dirinya (Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA)
Ketua Pengda Kagama NTB Drs. Mamik Lalu Azhar menyatakan tidak pernah surut sedikit pun kecintaannya kepada almamater dan mengajak alumni di wilayah NTB tetap aktif meski sudah pensiun seperti dirinya (Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA)

Ketua Pengda Kagama NTB Drs. Mamik Lalu Azhar pun menyampaikan, “Kecintaan alumni terhadap almamater sama dengan kepada NKRI”. Karenanya, ia mengharapkan meski pensiun alumni tetap aktif dan berpartisipasi pada kegiatan kagama. Jangan jadi lansia tanpa aktivitas. Kepada pengurus dan anggota Kagama Lombok, mereka dapat saling memberi masukan untuk siap bekerjasama untuk bersinergi.

Menurut Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, S. Ag., M. Si. yang menjabat Bupati Lombok Barat sejak 6 April 2016, potensi utama di wilayah kepemimpinannya adalah sektor pariwisata. Dari  potensi geografisnya misalnya, dapat diakses kawasan wisata pantai mencapai 162 kilometer dari jumlah panjang total ruas jalan di kawasan pantai itu yang mencapai 193 kilometer.

Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid sebagai alumnus Prodi Ilmu Pemerintahan Pascasarjana Fisipol UGM siap menindaklanjuti pertemuan tersebut dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat setempat (Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA)
Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid sebagai alumnus Prodi Ilmu Pemerintahan Pascasarjana Fisipol UGM siap menindaklanjuti pertemuan tersebut dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat setempat (Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA)

Namun demikian, satu hal yang perlu dirintis dan ditingkatkan adalah teknologi olah pangan. Dalam hal olah pangan, masyarakat Lombok Barat masih kurang optimal. “Sayangnya memang, belum ada olah pangan. Hasil panen langsung dijual, tidak diolah menjadi komoditi pangan sehingga bernilai lebih produktif,” ujarnya.

Dari segi kehidupan sosial di Lombok Barat sudah saling menghargai keberagaman . sehingga, di wilayah itu tidak pernah ada masalah terkait agama dan suku. Fauzan mengaku surprise mendaptkan undangan melalui whatsapp.

“Saya tidak menyangka ada semacam reuni untuk teman-teman Kagama dari semua angkatan yang justru diinisiasi oleh teman-teman universitas. Saya dapat undangan dari WA saat jalan di mobil. Untung ada kartu Kagama yang sudah rusak. Saya langsung daftar. Mudah-mudahan ke depan acara semacam ini lebih banyak lagi diseleneggarakan walaupun bentuknya lebih ke lokal, seperti di Lombok Barat, NTB,” ucapnya saat menyampaikan sambutan.

Pemberian cenderamata dari Rektor UGM kepada Ketua Pengda Kagama NTB dan Bupati Lombok Barat sebagai sesama alumni UGM (Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA)
Pemberian cenderamata dari Rektor UGM kepada Ketua Pengda Kagama NTB dan Bupati Lombok Barat sebagai sesama alumni UGM (Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA)

Menurut Fauzan, acara silaturahim bermanfaat banyak. Karena, dari pertemuan tersebut, ia yang sudah lama tidak berkomunikasi dengan almamater akhirnya menjadi saling mengenal. Karenanya, ia juga berharap dari pertemuan itu bisa ditinadaklanjuti dalam bentuk kerjasama sehinga UGM tidak hanya berdiri di menara gading, melainkan juga membantu semua daerah di seluruh Indonesia.

“Pembicaraan saya dengan beliau tadi luar biasa. Banyak hal yang dapat kita tindaklanjuti. Jadi, pengabdian itu tidak pernah dan tidak boleh putus. Belajar juga tidak boleh putus. Termasuk juga silaturahim. Kita eratkan terus silaturahim. Insyaallah berbagai permasalahan di masyarakat bisa diselesaikan,” ucap Fauzan yang menyelesaikan Prodi Ilmu Pemerintahan Pascasarjana  UGM pada 2000. [rts]