Summer Course Smart City Fakultas Geografi UGM Diikuti Peserta dari 10 Negara

532

BULAKSUMUR, KAGAMA – Pembangunan masyarakat perkotaan berbasis ICT (Information and communication technology) semakin dibutuhkan di era komunikasi global saat ini. Konsep smart city pun menjadi isu baru. Masyarakat di seluruh dunia concern dengan isu smart city.

Di India, misalnya, pemerintahannya sedang menyiapkan 100 smart city. Masing-masing kota di negeri itu diminta menyusun proposal oleh pemerintah India untuk dibantu pendanaan guna membangun infrastruktur berbasis ICT.

Perkembangan isu pembangunan berbasis ICT pun mendapat respons dari Departemen Geografi Pembangunan Fakultas Geografi UGM. Sebuah workshop internasional Summer Course 2017  mengetengahkan tema  Smart City, Village and Region pun digelar di Gedung KLMB Fakultas Geografi UGM. Workshop dengan peserta dari 10 negara itu digelar selama delapan hari, dimulai Senin (7/8/2017) hingga Selasa (15/8/2017). Selain dari Indonesia, peserta berjumlah 35 orang itu berasal dari Amerika Serikat,  Jerman, Kamboja, Kolombia, Malaysia, Pakistan, Palestina, Thailand, dan Vietnam. Sedangkan pemateri berasal dari tujuh negara, antara lain Indonesia, Malaysia, Singapura, Portugal, United Kingdom, Vietnam.

Dr. Rini Rachmawati, S. Si., M. T.,  Sekretaris  Departemen Geografi Pembangunan Fakultas Geografi UGM dan Koordinator Kelompok Studi Pengembangan Perkotaan (Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA)
Dr. Rini Rachmawati, S. Si., M. T., Sekretaris Departemen Geografi Pembangunan Fakultas Geografi UGM dan Koordinator Kelompok Studi Pengembangan Perkotaan (Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA)

“Di Indonesia banyak kota sangat potensial. Surabaya dan Bandung didukung Walikota dan Kepala Daerah yang mendukung ide untuk smart city. Di Yogya juga lebih mengedepankan smart education dan smart culture,” ujar Dr. Rini Rachmawati, S. Si., M. T. kepada kagama.co, Kamis (10/8/2017) di Fakultas Geografi UGM.

Dr. Rini Rachmawati yang juga sebagai  Sekretaris  Departemen Geografi Pembangunan Fakultas Geografi UGM mengungkapkan,  masing-masing kota memiliki spesifikasi dan karakterisitik serta keunikan yang khas untuk dikembangkan sebagai smart city. Karenanya, sebagai contoh kasus kajian field trip pelatihan tersebut, ia mengarahkan peserta mengunjungi kampung Laweyan, Surakarta yang telah dikenal sebagai kampung UKM (Usaha Kecil dan Menengah) berbasis ICT. Selain itu, juga di kawasan Mlati, Sleman, Yogyakarta, terdapat desa yang tengah mengembangkan konsep smart city.

Rawee Hanpachern, Ph. D. dari Universitas Khon Kaen Thailand tengah menyampaikan materi  tentang studi kasus smart city di Thailand (Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA)
Rawee Hanpachern, Ph. D. dari Universitas Khon Kaen Thailand tengah menyampaikan materi tentang studi kasus smart city di Thailand (Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA)

“Pengalaman saya sebagai DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) Mahasiswa UGM saat KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Sangatta Selatan, Kutai TImur, Provinsi Kalimantan Timur juga mengambil tema program pengembangan kota berbasis ICT. Di sana anak-anak sudah bisa mengakses youtube dan pemerintah desanya juga sudah banyak mempelajari internet,” urai Koordinator Kelompok Studi Pengembangan Perkotaan ini.

Dikatakan Rini, penyelenggaraan pelatihan baru pertama kali digelar di UGM dengan support dari Konsorsium Smart  City UGM yang  dipimpin oleh Prof. Ir. Achmad Djunaedi MUP, Ph. D dari Departemen Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Teknik UGM serta didukung  dosen di lingkungan UGM, antara lain Fakultas Geografi, Fakultas Teknik, Departemen Teknologi Informasi dan Elektro, Departemen Hubungan Internasional Fisipol,  DSSDI UGM, dan Gama Techno.

“Pelatihan ini khusus di musim panas atau berkaitan liburan semester. Forum ini bertujuan memberikan materi berkaitan dengan  pengetahuan, metode, dan teknik implementasi smart city dan studi kasus sesuai dosen yang memberikan materi dari beberapa negara dan praktik serta kajian lapangan. Harapan setelah pelatihan, para peserta mendapatkan pengetahuan metode dan teknik serta pengalaman terkait implementasi smart city di berbagai negara dan di beberapa kota di Indonesia,” tukasnya. [rts]