Forum Dewan Guru Besar Indonesia Bacakan “Deklarasi Bulaksumur”

474

BULAKSUMUR, KAGAMA – Permasalahan ekonomi, sosial, budaya, dan politik yang terjadi akhir-akhir ini menimbulkan keprihatinan bagi kalangan guru besar dan profesor di sejumlah perguruan tinggi Indonesia. Guru besar dari 30-an perguruan tinggi itu pun mengadakan Sarasehan Dewan Guru Besar/Dewan Profesor di Balai Senat Universitas Gadjah Mada (UGM) Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta selama dua hari, Kamis dan Jumat (3–4/8/2017). Selanjutnya, mereka mendeklarasikan pembentukan Forum Dewan Guru Besar Indonesia.

Pembacaan “Deklarasi Bulaksumur” tentang Pembentukan Forum Dewan Guru Besar Indonesia dipimpin Ketua Dewan Guru Besar UGM Prof. Dr. Ir. Putu Sudira, M. Sc., Jumat (4/8/2017) di Balairung UGM. Berikut isi “Deklarasi Bulaksumur” yang  disusun dari hasil musyawarah dan sarasehan para guru besar.

Deklarasi Bulaksumur

Tentang

Pembentukan Forum Dewan Guru Besar Indonesia

Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini Jumat 4 Agustus 2017, di Universitas Gadjah Mada, Bulaksumur, Yogyakarta, kami para Guru Besar perwakilan Perguruan Tinggi mendeklarasikan pembentukan Forum Dewan Guru Besar Indonesia, sebagai wadah untuk menyinergikan pemikiran dan gagasan strategis Guru Besar demi mendukung pembangunan dan kemajuan bangsa Indonesia.

Kami senantiasa menegakkan integritas moral dan etika, serta menumbuhkembangkan wawasan kebangsaan kepada sivitas akademika dan masyarakat; mengembangkan pemikiran dan gagasan Tridharma Perguruan Tinggi untuk mendukung kesejahteraan bangsa dan umat manusia; merespons dan ikut serta aktif memikirkan penyelesaian masalah-masalah strategis nasional dan internasional.

Yogyakarta, 4 Agustus 2017

Atas nama Forum Dewan Guru Besar Indonesia

Ketua Dewan Guru Besar UGM Prof. Dr. Ir. Putu Sudira, M. Sc. usai memimpin pembacaan "Deklarasi Bulaksumur" tengah wawancara bersama wartawan (Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA)
Ketua Dewan Guru Besar UGM Prof. Dr. Ir. Putu Sudira, M. Sc. (berkemeja batik hitam putih) usai memimpin pembacaan “Deklarasi Bulaksumur” tengah wawancara bersama wartawan (Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA)

Usai membacakan deklarasi, Prof. Dr. Ir. Putu Sudira, M. Sc. kepada wartawan mengungkapkan, pertemuan dilaksanakan selama dua hari untuk membahas tentang organisasi dan tata kelola serta program kerja. Peserta dibagi menjadi dua Kelompok Kerja (Pokja) yang kemudian disampaikan dalam rapat pleno. Selanjutnya disepakati penyusunan naskah “Deklarasi Bulaksumur”.

Menurut Putu, pemikiran guru besar selama ini sebenarnya sudah terakomodasi. Namun, yang banyak terlibat aktif hanya personal atau individual. Karenanya, dengan keberadaan dan peran kluster kelak, akan lebih banyak guru besar dari berbagai perguruan tinggi yang aktif dan terlibat dalam menyelesaikan masalah nasional dan internasional.

Ditambahkan oleh Putu, para guru besar berkeinginan lebih banyak aktif membantu pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan. “Selama dua hari kita bagi dua Pokja. Pertama, organisasi dan tata kelola membentuk Forum Dewan Guru Besar Indonesia. Kedua, menyusun program kerja untuk jangka pendek, menengah, dan panjang. Nanti dilanjutkan pembentukan kluster untuk kegiatan masing-masing demi kepentingan nasional,” terang Putu.

Prof. Dr. Trisno Martono, M. Sc dari Universitas Negeri Surakarta menambahkan, keterlibatan para guru besar seperti dirinya dalam musyawarah dan perumusan deklarasi tersebut dikarenakan komitmen bersama. Mengingat, tujuan mulia yang mereka sepakati dalam menuntaskan permasalahan bangsa.

“Banyak hal yang kiranya perlu pemikiran dari Dewan Guru Besar untuk memberikan kontribusi dan pemikiran. Masalah beras, garam, pendidikan. Karena itu, kita juga akan mengakomodasi semua pemikiran,” ujarnya menandaskan. [rts]