Mahasiswa UGM Ajak Masyarakat Bacan Optimalkan Potensi Alam

206

POPULARITAS batu bacan beberapa waktu lalu turut mendongkrak eksistensi Kabupaten Halmahera Selatan, tempat dihasilkannya batu dengan warna khas hijau. Batu bacan diproduksi di Pulau Bacan bagian dari Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Nilai jual batu bacan saattren batu akik hingga menyentuh angka ratusan juta rupiah. Sebaliknya, begitu tren batu akik berlalu, harga batu bacan pun turun drastic, tidak lagi semewah dulu.

Pulau Bacan memiliki luas perairan laut mendominasi hingga 75% dari luasan wilayah tersebut.  Potensi  perikanan merupakan komoditas utama. Sektor perikanan menjadi mata pencarian dari mayoritas penduduk di wilayah tersebut di samping ketergantungan dari hasil pertanian/perkebunan, seperti kelapa, pala, dan cengkeh. Namun, dikarenakan minimnya pengetahuan dan teknologi yang dimiliki masyarakat, hasil pertanian dan perikanan tak bisa dimanfaatkan secara optimal. Tentu hal ini menjadikan tingkat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sangat rentan dari pengaruh kondisi alam.

Menyikapi kondisi tersebut, Tim KKN-PPM UGM Pulau Bacan menemukan metode-metode sederhana agar masyarakat Pulau Bacan mampu mengoptimalkan potensi alam yang ada. Perbaikan kualitas produk pertanian dan perikanan yang ada diharapkan mampu memberikan peningkatan terhadap ketahanan ekonomi masyarakat. Tentu harapan ini tidak mudah, mengingat selama ini masyarakat sudah nyaman dengan pemanfaatan hasil produksi yang telah digunakan. Namun, melalui program pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa bersama masyarakat bahu-membahu belajar menemukan dan mencoba cara-cara baru yang sederhana dalam memanfaatkan potensi alam yang dimiliki oleh Pulau Bacan.

Tim Mahasiswa KKN UGM  menyadarkan masyarakat Pulau Bacan Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara akan pentingnya mengolah sumber daya alam setempat untuk hidup lebih produktif (Foto Dok, Humas UGM)
Tim Mahasiswa KKN UGM menyadarkan masyarakat Pulau Bacan Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara akan pentingnya mengolah sumber daya alam setempat untuk hidup lebih produktif (Foto Dok, Humas UGM)

Selanjutnya mahasiswa melakukan beberapa teknologi sederhana dalam pengolahan produk pertanian dan perikanan. Hasilnya, pada Selasa (25/7/2017) lalu, hasil inovasi tersebut dipamerkan ke masyarakat dalam bentuk Expo, bertepatan perayaan Hari Keluarga Nasional yang diresmikan oleh Gubernur Maluku Utara, H. Abdul Gani Kasuba, Lc. didampingi oleh Bupati Halmahera Selatan, Bahrain Kasuba, S.Pd. M.Pd.

Belasan produk pertanian dan perikanan dipamerkan pada kesempatan tersebut. Produk-produk tersebut di antaranya, serundeng ikan, bakso ikan, nugget ikan, minyak goreng kelapa. Selain itu, turut ditampilkan pula VCO, nata decoco, aneka snack olahan pisang, sari buah, hingga manisan buah pala.

Pada kesempatan yang sama, dosen pendamping lapangan (DPL KKN-PPM) unit Bacan Suherman, M. Sc. Ph. D mengatakan, masyarakat begitu antusias atas program KKN yang diselenggarakan. Masyarakat berharap program yang dilaksanakan dapat berlangsung di tahun mendatang. Program ini fokus pada peningkatan kualitas produk olahan pertanian dan perikanan serta membuka jalur pemasaran ke konsumen.

“Harapannya, dengan adanya kegiatan KKN UGM, masayarakat Pulau Bacan mampu sejahtera bukan hanya dengan batu bacannnya, melainkan dengan pemanfaatan potensi pertanian dan perikanan yang dimilikinya,” papar Suherman. [Humas UGM/Catur/rts]