Video “OK-Plus” FK UGM Juara 1 Kompetisi Kedokteran Nasional

151
Video OK-Plus Tim Fakultas Kedokteran UGM Juara 1 Kompetisi Ilmiah Kedokteran Nasional (Foto Dok Humas UGM)
Video OK-Plus Tim Fakultas Kedokteran UGM Juara 1 Kompetisi Ilmiah Kedokteran Nasional (Foto Dok Humas UGM)

BULAKSUMUR, KAGAMA – Prevalensi penyakit Lupus di dunia berkisar 2/2000 penduduk atau 1/1000 penduduk. Sementara itu, di Indonesia belum diketahui angka pastinya. Namun, data di RSU Dr. Soetomo menunjukkan angka kejadian SLE dengan penderita baru terdiagnosis sekitar 40 kasus per bulan, dengan manifestasi organ yang beragam, mulai dari yang ringan hingga mengancam jiwa.

“Lupus dikenal dengan penyakit seribu wajah. Karena, antara pasien Lupus yang satu dengan pasien Lupus yang lain mengalami keluhan yang berbeda-beda. Karena, penyakit ini menyerang bagian tubuh yang berbeda juga,” papar Annisa Nurul Pratiwi mewakili Tim Fakultas Kedokteran (FK) UGM, Jumat (28/7/2017).

Annisa Nurul Pratiwi Sudarmadi bersama Aulia Sigra Galayudha dan Rachmat Aldhi Wijayanto berhasil meraih juara dengan mengajukan video edukasi berjudul “Kenali Gejala Lupus Dengan Oke-Plus, Hadapi Dengan Fokus!”. Tim mahasiswa FK UGM itu menjuarai Kompetisi Ilmiah Interfaculty of Medicine Scientific Competition (INTERMEDISCO). Dalam lomba yang diselenggarakan FK UII pada 20-23 Juli 2017 ini, tim UGM meraih juara pertama kategori Video Edukasi.

Kategori Video Edukasi berjudul "OK-Plus" karya Tim Fakultas Kedokteran UGM Juara 1 Kompetisi Ilmiah Kedokteran Nasional (Foto Dok Humas UGM)
Kategori Video Edukasi berjudul “OK-Plus” karya Tim Fakultas Kedokteran UGM Juara 1 Kompetisi Ilmiah Kedokteran Nasional (Foto Dok Humas UGM)

Kompetisi diikut tim-tim unggulan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Terdapat 50 tim yang saling berkompetisi dalam lima kategori lomba, yaitu video edukasi, poster publik, poster ilmiah, esai ilmiah, serta literatur review.

Lebih lanjut Annisa Nurul Pratiwi menyampaikan, Lupus (SLE) merupakan penyakit inflamasi kronik sistemik yang disebabkan oleh gangguan autoimun. Lupus dapat menyebabkan penyakit  atau gangguan pada berbagai jenis organ mulai dari kulit, jantung, hati, paru, otak, sistim pencernaan, persendian dan lainnya. Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada wanita usia reproduktif, sekitar 9-14 kali dibandingkan pada laki-laki.

Lupus memiliki perjalanan penyakit yang beragam, sehingga gejala yang muncul pertama kali dapat berbeda dari satu pasien ke pasien lainnya. Gejala bisa ringan melibatkan persendian, selaput lendir atau demikian berat melibatkan organ vital seperti gangguan kesadaran, gagal jantung dan sebagainya. Penyakit ini ditandai dengan fase sembuh sementara” dan fase kekambuhan yang ditandai dengan gejala dari jaringan  atau organ yang terkena.

Oleh sebab itu, dikatakan Annisa penting mengenal sejak dini gejala penyakit lupus. Mereka pun mengenalkan cara deteksi gejala lupus melalui slogan OKE PLUS yang merupakan singkatan dari berbagai gejala yang sering muncul akibat penyakit ini. Bisanya gejala yang muncul adalah Otot dan sendi terasa nyeri, dan Kedua pipi berubah kemerahan dan timbul ruam. Selanjutnya, Penurunan berat badan dan nafsu makan, Lebam pada kaki dan kelenjar getah bening, Urung keluar rumah karena muncul bercak merah timbul akibat paparan sinar matahari, dan Sering mengeluh sariawan, tidak enak badan, mual serta muntah. [Humas UGM/Ika/rts]