Mangrove di Pantai Bedono Demak Antar Partaya Raih Doktor

184
Dr Partaya

BULAKSUMUR, KAGAMA – Keberadaan tumbuhan mangrove di Pantai Bedono menginspirasi Drs. Partaya, M. Si.( 57) melakukan penelitian. Dosen Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang itu pun berhasil menyandang gelar doktor dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Pria kelahiran Grobogan, 7 Juli 1960 berhasil lulus program doktor dari Prodi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UGM. Partaya berhasil memertahankan disertasi berjudul “Dinamika Nutrien pada Ekosistem Mangrove di Pantai Bedono Kecamatan Sayung Kabupaten Demak”.

Pada kesempatan ujinaa terbuka dengan promotor Prof. Dr. Ir. Chafid Fandeli, M. S., ko-promotor Prof. Dr.  Sunarto, M. S., serta Prof. Dr.  Suwarno Hadisusanto, M. S., Partaya memaparkan tentang hasil kajiannya mengenai dinamika nutrien di sedimen dan perairan ekosistem mangrove di Pantai Bedono. Dari penelitian yang telah dilakukan diketahui  kandungan nutrien sedimen di ekosistem mangrove Pantai Bedono memiliki senyawa karbon organik (C-organik) dan nitrogen total yang tinggi. Kandungan fosfor (P) dan kalium (K) tersedia tergolong tinggi. Sementara nutrien di perairan mangrove mempunyai kandungan C organik, natrium (N) total, fosfor dan kalium yang tinggi.

“Secara keseluruhan kandungan nutrien di kawasan Pantai Bedono termasuk tinggi sehingga baik untuk pertumbuhan tanaman mangrove,” jelasnya, (26/7/2017).

Diketahui pula kerapatan mangrove di pantai tersebut dalam kriteria yang cukup tinggi. Adapun jenis mangrove yang dominan adalah jenis Avecennia marina.

Temuan lain menunjukkan keberadaan makrobentos di Pantai Bedono cukup melimpah. Indeks keragaman makrobentos  termasuk dalam kriteria baik. Sementara jenis makrobentos yang dominan adalah Natica fasciata dan Cassidula sulculosa yang melimpah pada bulan Maret 2016. [Humas UGM/Ika/rts]