Menhub : Tol Laut Harus Diikuti Industri Perikanan

50

JAKARTA, KAGAMA – Keberhasilan program tol laut belum diikuti penguatan moda transportasi laut, terutama di Indonesia Bagian Timur. Kekurangan tersebut seharusnya dapat diselesaikan oleh pengusaha setempat. Misalnya, dengan mengembangkan industri terkait sector perikanan atau rumput laut. Sehingga, kapal dari timur bisa terisi serta meningkatkan perekonomian wilayah Indonesia Timur.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan hal itu dalam Diskusi Panel “Menyukseskan Tol Maritim Roro Service Jakarta-Surabaya” di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Selasa (4/7/2017). “Dengan 13 rute tol laut yang sudah ada sekarang ini, kita akan dorong terus. Makanya, kita juga bangun Rumah Kita untuk mengumpulkan dan  mendistribusikan secara bertahap barang-barang,” tegas Menhub.

Tamu undangan dan peserta DIskusi Panel “Menyukseskan Tol Maritim Roro Service Jakarta-Surabaya” bersama Menhub Budi Karya Sumadi (Foto BKIP Kemenhub)
Tamu undangan dan peserta DIskusi Panel “Menyukseskan Tol Maritim Roro Service Jakarta-Surabaya” bersama Menhub Budi Karya Sumadi (Foto BKIP Kemenhub)

Menhub berharap okupansi dari kapal-kapal tersebut terus bertumbuh dengan adanya industri serta penguatan industri perdagangan di daerah-daerah tujuan kapal tol laut tersebut. Dengan beroperasinya kapal Roro jarak jauh, Menhub menambahkan, pergerakan barang ke Pelabuhan Tanjung Priok menjadi meningkat. Dengan begitu, Pelabuhan Tanjung Priok sebagai hub internasional, akan banyak didatangi oleh kapal besar.

“Pelabuhan Tanjung Priok sebagai hub internasional juga akan tumbuh. Yang tadinya arus kontainernya mencapai 6 juta Teus, dalam 2 atau 3 tahun ini dapat meningkat menjadi 12 juta Teus,” ujar Menhub.

Menhub mengatakan sesuai dengan berjalannya program Tol Laut yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, Menhub berharap harga barang menjadi lebih murah di seluruh tanah air. Dengan laut pemerataan ekonomi akan tercapai. “Saya berdiskusi dengan teman-teman di Tual dan Saumlaki. Mereka senang karena mempunyai opsi untuk berdagang dan mendapatkan barang dengan harga murah,” papar Menhub. [rts]