Menhub Akan Alihkan Roro di Merak ke Natuna dan Indonesia Timur

32

JAKARTA, KAGAMA – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berencana akan mengalihkan kapal Roro yang berada di Pelabuhan Merak ke Natuna dan Indonesia Bagian Timur secara bertahap. Menurutnya, hal tersebut dilakukan karena berdasarkan laporan dari pengusaha kapal Roro di Merak, jumlah kapal tersebut di Merak ada 60 unit dengan tingkat okupansi hanya 40%.

“Oleh karena itu, saya tegas minta kualifikasi besaran kapal, kecepatan kapal, dan usia kapalnya. Secara  bertahap, akan kita alihkan ke Natuna dan Indonesia Bagian Timur,” ujar Menhub saat menjadi pembicara pada Diskusi Panel “Menyukseskan Tol Maritim Roro Service Jakarta-Surabaya” di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Selasa (4/7/2017).

Sementara itu, terkait pengoperasian kapal Roro untuk mengurangi beban jalan di jalur Pantura, Menhub menyatakan hal tersebut merupakan suatu inisiasi yang harus didorong dan didukung untuk menjadikan industri yang nantinya bisa memberikan kemakmuran bagi bangsa.

Saat ini sudah ada kapal Roro trayek Tanjung Priok – Panjang (Lampung) untuk mengurangi beban jalan raya dan memersingkat waktu distribusi logistik. Selain itu, Kementerian Perhubungan telah mengembangkan konsep penyeberangan jarak jauh (long distance ferry) lintas Jakarta-Surabaya. Sedangkan lintas Surabaya-Lembar  untuk mengurangi beban jalan raya sepanjang pantura dan pulau Bali telah dilayani KMP. Legundi (5.000 GT) milik PT ASDP Indonesia Ferry mulai tanggal 1 Desember 2016 dengan jadwal tiga kali keberangkatan dalam dua minggu.

Menhub Budi Karya Sumadi menyampaikan rencana mengalihkan kapal roro di Merak ke Natuna dan Indonesia Bagian Timur (Foto ISTIMEWA)
Menhub Budi Karya Sumadi menyampaikan rencana mengalihkan kapal roro di Merak ke Natuna dan Indonesia Bagian Timur (Foto BKIP Kemenhub)

Pada 12 Juli 2017 mendatang, layanan kapal Roro Jakarta-Surabaya akan bertambah. Layanan tersebut akan dioperatori oleh PT Jagat Zamrud Khatulistiwa.

Menhub menambahkan, perjalanan darat Jakarta-Surabaya dengan jarak 765 km untuk kendaraan truk barang rata-rata ditempuh selama 1,5 hari sampai 2 hari, sedangkan apabila melalui laut (kapal) dapat ditempuh selama 1,2 hari (29 jam) dengan kecepatan 15 knot.

“Hingga saat ini terdapat 12 ribu truk yang melintasi Jakarta-Surabaya sehingga menyebabkan kondisi jalan cepat rusak dan kemacetan. Oleh karena itu, kapal Roro menjadi solusi atas permasalahan tersebut,” jelas Menhub.

Sejalan dengan hal tersebut, Menhub mengatakan, penggunaan kapal untuk angkutan logistik lebih ekonomis dibanding menggunakan jalan. Sebab spare part, ongkos jalan tol, dan solar lebih irit serta terhindar dari pungutan liar di jalan.

Menhub juga berharap agar ukuran kapal Roro dan kecepatan kapal diatur dengan baik karena apabila kecepatannya di bawah 10 knot, tetap tidak akan kompetitif dengan jalur darat. [rts]