Menhub Rayakan Lebaran bersama Pengemudi Bus di Terminal Kampung Rambutan

105

JAKARTA. KAGAMA – Suasana hari raya Idul Fitri 1438 H yang jatuh pada Minggu (25/6/2017) di Terminal Kampung Rambutan Jakarta Timur berbeda dengan suasana Lebaran setahun sebelumnya. Lebaran Idul Fitri 1438 H kali ini dirayakan para pengemudi bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

Menhub Budi Karya datang ke Terminal Kampung Rambutan Minggu (25/6/2017) siang. Selain menyempatkan diri bersantap siang bersama para pengemudi bus, kesempatan tersebut digunakan Menhub untuk mengingatkan pengemudi agar selalu mengutamakan keselamatan penumpang.

Menhub Budi Karya SUmadi dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kemeja batik, menunduk) menikmati makan siang untuk merayakan Idul Fitri 1438 H bersama pengemudi bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur (Foto ISTIMEWA)
Menhub Budi Karya SUmadi dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kemeja batik, menunduk) menikmati makan siang untuk merayakan Idul Fitri 1438 H bersama pengemudi bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur (Foto ISTIMEWA)

“Tugas dari bapak-bapak (pengemudi) ini berat, membawa penumpang itu tanggung jawabnya besar sekali. Jadi, yang paling utama keselamatan. Kalau busnya tidak laik, ya jangan berangkat. Diperiksa busnya, spionnya, terutama rem, ban, suspensinya mesti bener. Jadi, utamakan keselamatan,” tegas Menhub usai bersilaturahmi dengan para awak bus di Terminal Kampung Rambutan bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Di sisi lain, lanjut Budi Karya, untuk lebih meningkatkan kepercayaan masyarakat pada moda angkutan jalan, Menhub berjanji akan meningkatkan sarana dan prasarana moda angkutan jalan, baik dari sisi kelaikan kendaraan maupun fasilitas terminal bus.

Menhub Budi Karya Sumadi berdialog dengan salah satu keluarga penumpang bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur (Foto ISTIMEWA)
Menhub Budi Karya Sumadi berdialog dengan salah satu keluarga penumpang bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur (Foto ISTIMEWA)

“Kalau sekarang (minat masyarakat) sudah naik banyak, syukur Tapi, ke depan kita akan tingkatkan kualitas sarana, prasarana juga peningkatan pelayanan di Terminal Bus dengan diambil alihnya Terminal Tipe A oleh pemerintah pusat. Termasuk kita akan lakukan pengembangan terminal,” kata Menhub.

Untuk mewujudkan hal tersebut, langkah Menhub Budi yang pertama adalah akan meningkatkan kelaikan jalan angkutan bus demi keselamatan penumpang. Selain itu, langkah kedua adalah mengubah sistem tiket dari konvensional menjadi sistem online.

“Pertama kali kita mau buat suatu kondisi bus itu laik jalan. Setelah itu baru kita buat sistem online ticketing,” ujarnya.

Menhub Budi Karya Sumadi berdialog dengan penumpang bus yang check in di Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur (Foto ISTIMEWA)
Menhub Budi Karya Sumadi dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berdialog dengan penumpang bus yang check in di Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur (Foto ISTIMEWA)

Menhub berpendapat angkutan bus memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan angkutan lainnya. Selain tarif tiket yang dianggapnya  relatif bersaing, kemampuan bus untuk membawa penumpang dari satu titik ke titik yang lain disebut Menhub tidak dimiliki oleh moda angkutan lainnya.

“Bus ini punya keunggulan point to point, yang tidak ada menandingi. Jadi, misal kalau kita mau ke Wonosobo atau ke Cilacap itu tidak ada moda angkutan yang bisa menandingi bus, dari segi tarif relatif bersaing,” ungkapnya.

Menhub, Menteri PUPR, dan jajaran Kemehub serta dinas terkait berfoto bersama (Foto ISTIMEWA)
Menhub, Menteri PUPR, dan jajaran Kemehub serta dinas terkait berfoto bersama (Foto ISTIMEWA)

Terkait program mudik gratis, Menhub ingin ke depan kuota penumpang mudik gratis ditambah. Akan tetapi, nantinya program mudik gratis akan diintensifkan pengangkutannya dengan kapal laut. Tidak lagi dengan bus. Menhub beralasan daya dukung sarana jalan belum memungkinkan.

“Kalau saya inginnya bertambah (kuotanya). Kita akan intensifkan di kapal karena kalau ditingkatkan di darat (dengan bus) daya dukung sarana jalan belum memungkinkan. Nanti kalau di laut itu mau 10 kapal, 20 kapal itu bisa,” jelas Menhub.

Menhub Budi Karya Sumadi (kemeja putih, kanan) dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (kemeja batik, kiri) melayani jurnalis yang mewawancarainya usai kunjungan ke Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur (Foto ISTIMEWA)
Menhub Budi Karya Sumadi (kemeja putih, kanan) dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (kemeja batik, kiri) melayani jurnalis yang mewawancarainya usai kunjungan ke Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur (Foto ISTIMEWA)

Menhub Budi mengaku tingkat okupansi program mudik gratis dengan kapal yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan pada tahun ini sekitar 75%.  Hal ini, menurutnya, dikarenakan adanya beberapa kendala.

“Kemarin itu tidak bisa banyak karena kita tidak bisa kerjasama dengan banyak kapal. Kedua, terkait sosialisasi, kita takut juga kalau banyak. Kemarin ini kan (kuotanya) 20 ribu kira-kira okupansinya 75 persen, sementara moda angkutan yang lain kira-kira 80 persen. Jadi, kalau kita perbesar sosialisasinya harus banyak,” lanjut Menhub. [rts]