Dubes Puja Gelar Open House di Wisma Duta KBRI Den Haag

408

DEN HAAG – Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda, I Gusti A Wesaka Puja beserta jajaran KBRI Den Haag melaksanakan Open House di Wisma Duta Indonesia, Minggu (25/6/2017). acara tersebut dihadiri wassenar bagi komunitas Indonesia, mahasiswa Indonesia,  friends of Indonesia, diaspora Indonesia, duta besar negara sahabat  antara lain  Irak dan India maupun  warga Belanda.

Suasana mendung dan sesekali turun hujan tidak menghalangi keceriaan lebih dari 2000 pengunjung untuk bergembira. Mereka terus bersemangat untuk  bersilaturahmi dan membangun jejaring, serta menikmati santapan dan berjoget bersama.

Dubes RI untuk Kerajaan Belanda I Gusti A Wesaka Puja (kanan) menyambut tamu yang mengikuti open house di Wisma Duta KBRI Den Haag (Foto ISTIMEWA)
Dubes RI untuk Kerajaan Belanda I Gusti A Wesaka Puja (kanan) menyambut tamu yang mengikuti open house di Wisma Duta KBRI Den Haag (Foto ISTIMEWA)

Puluhan warga Indonesia dan sejumlah bule terlihat ikut “heboh” menari  poco-poco atau dangdut setiap pengisi acara tampil di panggung. Selain penampil Ferry Kusuma and his band, acara hiburan semakin semarak dengan partisipasi spontan sejumlah “penyanyi dadakan” dari Belanda, termasuk dua wanita Indonesia yang sedang beribur di Belanda.

Mengusung konsep pesta kebun zomer  alias musim panas di Belanda, dengan dekorasi bernuansa Bali pada kain dan payung khas Pulau Dewata dan backdrop Pura, pengunjung betul-betul dimanjakan dengan suasana relaks bak resort di Bali.

Acara tersebut laiknya sebuah reward untuk umat muslim Indonesia di Belanda yang telah berhasil menuntaskan ibadah puasa selama satu bulan yang “menantang” karena rata-rata 19 jam  menahan lapar dan haus setiap harinya.

Warga Indonesia dan Belanda berbaur mengikuti open house di WIsma DUta KBRI Den Haag (Foto ISTIMEWA)
Warga Indonesia dan Belanda berbaur mengikuti open house di WIsma DUta KBRI Den Haag (Foto ISTIMEWA)

“Acara open house ini tidak saja merupakan ajang saling memaafkan dalam konteks lebaran, tetapi juga connecting the dot dan wahana networking bagi sejumlah orang Indonesia yang datang dari berbagai tempat di Belanda, baik yang tengah studi atau bekerja, dengan sesama Indonesia, orang Belanda maupun friends of Indonesia,” tukas Dubes Puja yang berbaur dan menyapa pengunjung yang hadir.

Banyak WNI yang menunggu-nunggu acara ini karena mereka berharap dapat bertemu dengan sesama warga Indonesia dari Amsterdam sampai Rotterdam, Wageningen sampai Groningen, Breda, Tilburg, sampai Mastricht.  Mereka betul-betul menikmati aneka kuliner Indonesia, dari kambing guling, soto Betawi, nasi kebuli, lontong sayur, rendang, sop konro, kalio roti jala  sampai  martabak manis, talam udang, wingko, risoles, lak-lak , sarang semut dan ice cream .

Warga Indonesia dan Belanda menikmati aneka jenis kuliner khas Indonesia yang disajikan untuk menjamu  mereka sebagai tamu open house (Foto ISTIMEWA)
Warga Indonesia dan Belanda menikmati aneka jenis kuliner khas Indonesia yang disajikan untuk menjamu mereka sebagai tamu open house (Foto ISTIMEWA)

“Acara open house ini merupakan puncak dari rangkaian acara Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1438 H tahun 2017,” tambah June Kuncoro Hadingrat,  Koordinator Fungsi Protkons sekaligus Ketua Panita Ramadhan dan Hari Raya Iedul Fitri 2017 KBRI Den Haag.

Selama bulan Ramadhan, setiap Jumat  malam diadakan buka bersama di KBRI Den Haag yang dihadiri sekitar 200 orang, diisi dengan ceramah oleh Ustad Al Hafizd Fathur Umam, SH dari Kudus, Jawa Tengah diikuti sholat Magrib dan tadarus bersama.  Melalui Open House ini juga disampaikan sejumlah informasi acara KBRI Den Haag mendatang seperti acara Fashion Show Indonesia di Grote Kerk Den Haag awal Juli 2017, Pasar Raya Indonesia di Brodfabriek, Rijswijk  14-16 September 2017 dan rangkaian acara Europhalia sejak Oktober 2018 di berbagai kota di Eropa terutama di Belanda. [rts]