Afi Ingin Presiden Jokowi Benahi Sistem Pendidikan

225

BULAKSUMUR, KAGAMA – Nilai keberagaman dikhawatirkan semakin tergerus oleh kepentingan kelompok tertentu. Proses penggerusan nilai keberagaman atau kebhinekaan bahkan dimulai dari institusi pendidikan anak usia dini dan usia kanak-kanak.

Remaja asal Banyuwangi, JawaTimur yang populer dengan anagram Afi Nihaya Faradisa yang viral di medsos setelah mengunggah tulisannya bertopik keberagaman, mengungkap kecenderungan itu, Senin (29/5/2017) di FISIPOL UGM Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta, dalam Talkshow Kebangsaan sebagai rangkaian kegiatan Pekan Pancasila di Kampus Biru.

Afi menerima cenderamata dari Dekan FISIPOL UGM Dr Erwan Agus Purwanto, M Si (Foto Nurrokhman/KAGAMA)
Afi menerima cenderamata dari Dekan FISIPOL UGM Dr Erwan Agus Purwanto, M Si (Foto Nurrokhman/KAGAMA)

Pelajar bernama asli Asa Firda Inayah (18) itu berkesempatan menjelaskan pemakaian akun Facebook-nya dengan nama pena atau anagram Afi Nihaya Faradisa, “Nama Afi saya ambil dari Asa Firda Inayah. Nihaya juga dari Inayah,” ungkapnya.

Pernyataan Afi mendapat penguat dari mantan demonstran Afnan Malay, SH yang juga mengikuti talkshow. Afnan yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Pertanian, mengaku keluarganya termasuk yang menjadi “korban” penggerusan nilai keberagaman di tempat tinggalnya di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ratusan peserta talkshow antusias berebut kesempatan bertanya dan menanggapi Afi (Foto Nurrokhman/KAGAMA)
Ratusan peserta talkshow antusias berebut kesempatan bertanya dan menanggapi Afi (Foto Nurrokhman/KAGAMA)

Usai berbicara dalam Talkshow Kebangsaan yang dipandu dosen FISIPOL UGM RB Abdul Gaffar Karim, SIP, MA selama dua jam lebih, Afi melayani sesi interview bersama wartawan. Pelajar SMP Gambiran Banyuwangi itu akan menyampaikan pesan kepada Presiden Joko Widodo agar sistem pendidikan di Indonesia dibenahi kembali.
“Kalau ketemu Pak Jokowi , saya ingin beliau membenahi sistem pendidikan,” ujarnya polos.

Kepada wartawan, Afi mengaku mengagumi Joko Widodo sebagai tokoh favoritnya. Beberapa sifat dan pembawaan Presiden yang disukai Afi, antara lain karena penampilan Jokowi yang humble, sederhana, diam tapi mematikan.

Peserta talkshow antusias mengajukan pertanyaan dan tanggapan kepada Afi (Foto Nurrokhman/KAGAMA)
Peserta talkshow antusias mengajukan pertanyaan dan tanggapan kepada Afi (Foto Nurrokhman/KAGAMA)

Sebelum talkshow digelar, Dekan FISIPOL UGM Dr Erwan Agus Purwanto, M Si menjelaskan, Afi mendapat undangan FISIPOL UGM yang tengah mengadakan kegiatan Pekan Pancasila untuk memeringati Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni. Afi dinilai menjadi bagian dari anak muda yang inspiratif dan relevan dengan isu kekinian sehingga dihadirkan.

“Saat ini di Indonesia yang paling hangat soal Kebhinnekaan yang mulai terusik. Selain itu, baru saja UGM mendeklarasikan sebagai universitas berdasarkan Pancasila. Kami juga mengadakan kegiatan Pekan Pancasila. Ini relevan dengan pemikiran Afi,” terang Erwin. [rts]