PT Gamatechno Masuk 25 Most Creative Companies 2017

321

BULAKSUMUR, KAGAMA – PT Gamatechno Indonesia, salah satu perusahaan holding dan investasi Universitas Gadjah Mada (UGM) terpilih menjadi salah satu dari 25 Most Creative Companies 2017 versi Majalah SWA. Dalam daftar tersebut, PT Gamatechno Indonesia yang masuk kategori Perusahaan Umum, bersanding bersama beberapa perusahaan besar, seperti PT KAI, PT Telekomunikasi Indonesia (Indiehome), PT Pertamina Lubricants, PT Cakrawala Andalas Televisi (ANTV), PT Astra Daihatsu Motor, PT Net Mediatama Televisi (NET. TV), dan PT Insera Sena (Polygon).

Direktur Utama Gamatechno Muhammad Aditya A.N. kepada jurnalis, Rabu (17/5) mengatakan, beberapa waktu sebelumnya, pihaknya menyertakan beberapa produk Gamatechno ke dalam kompetisi-kompetisi nasional. “Kalau untuk menerima apresiasi seperti ini memang baru pertama kalinya,” ujarnya.

Menurut Aditya, publikasi hasil riset itu sebagai penilaian versi Majalah SWA yang telah  menempatkan  Gamatechno menjadi salah satu perusahaan yang berkemampuan dalam berinovasi dan berkreasi, baik dari segi produk maupun proses bisnisnya. Pencapaian itu pun menjadi kebanggaan tersendiri bagi perusahaan yang resmi berdiri pada 2005. Meski demikian, sebelumnya ia tidak menyangka Gamatechno dapat masuk dalam salah satu pemeringkatan yang rutin dirilis SWA. Bahkan, disandingkan bersama sejumlah nama besar yang sudah lebih lama berkiprah.

“Kami merasa sangat bangga dan juga terkejut. Sebelumnya dari pihak SWA tidak pernah melakukan survei apa pun terhadap kami. Sehingga, kami juga tidak membayangkan penilaiannya seperti apa. Tapi, di sisi lain, ini berarti bahwa portofolio perusahaan kami cukup mendapat perhatian,” paparnya.

Fokus pada pengembangan empat sektor utama (pendidikan, layanan publik, transportasi, dan gaya hidup) membedakan Gamatechno dengan perusahaan lain yang masih parsial dalam satu bidang tertentu (dok. Gamatechno)
Fokus pada pengembangan empat sektor utama (pendidikan, layanan publik, transportasi, dan gaya hidup) membedakan Gamatechno dengan perusahaan lain yang masih parsial dalam satu bidang tertentu (dok. Gamatechno)

Pengembang Smart City

Keunggulan Gamatechno, lanjut Aditya, salah satunya dari inovasi perusahaan sebagai salah satu pengembang smart city. Inovasi tersebut yang menjadi pembeda dari perusahaan lain. Beberapa produk Gamatechno yang dinilai merupakan inovasi baru adalah diimplementasikannya eTicketing Trans Jakarta dan Trans Jogja, aplikasi NAXI yang merupakan aplikasi layanan taksi online, serta produk smart campus Gamatechno yang telah diterapkan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dalam penilaian majalah SWA, Gamatechno masuk sebagai salah satu perusahaan yang mewakili bidang bisnis Information Communication Technology (ICT).

“Sejak 2014 kami adalah salah satu inisiator di Indonesia yang mengangkat tema smart city. Kami  melihat pergerakan tren ke arah sana. Karena itu, dalam pengembangannya kami mengemas untuk lebih spesifik ke sana,” ujarnya.

Ditambahkan Aditya, saat ini Gamatechno memfokuskan pengembangan empat sektor utama, yatu pendidikan, layanan publik, transportasi, dan gaya hidup, dengan saling terintegrasi. Sehingga, Gamatechno berbeda dengan perusahaan lain yang kebanyakan masih bersifat parsial dalam satu bidang tertentu.

Penghargaan bergengsi dari Majalah SWA  merupakan bentuk apresiasi bagi perusahaan-perusahaan yang melakukan inovasi dan kreativitas tanpa henti dengan kinerja tetap konsisten. Proses penilaian dimulai dari pemilihan dengan metode pengajuan sejumlah kandidat. Tim Riset SWA memilih 100 kandidat perusahaan yang paling menonjol di bidang inovasi dan kreativitas. Selanjutnya, menetapkan 25 perusahaan yang nilainya paling sesuai dengan kriteria penilaian.

Kriteria penilaian Tim Riset SWA meliputi tingkat kreativitas atau kemampuan perusahaan dalam berinovasi dan berkreasi, baik produk maupun proses bisnis, dampak terhadap bisnis dan industri, serta tingkat keberlanjutan inovasi dan kreativitas.

Aditya berharap ke depannya Gamatechno dapat terus mengembangkan luas cakupan serta kualitas bisnis mereka. Sehingga, mereka dapat lebih banyak berkontribusi bagi pembangunan nasional, utamanya terkait pengembangan produk dan solusi teknologi informasi di berbagai sektor yang menjadi bidang kerja mereka.

“Untuk jangka panjang, target kami pada 2020 dapat menjadi market leader dalam pembangunan smart city. Selain itu, dalam jangka pendek, kami juga mencanangkan untuk memerkuat posisi kami, misalnya dalam pelayanan sektor publik, tidak hanya memberikan solusi dalam moda pembayaran tapi bisa masuk untuk jalan tol, termasuk untuk mengintegrasikan MRT dan LRT yang sedang dikembangkan di Jakarta,” pungkasnya. [Humas UGM/Gloria/rts]