BEM Fakultas Peternakan UGM Gelar Seminar dan Edukasi Konsumsi Susu

519

BULAKSUMUR, KAGAMA – Tingkat konsumsi susu di Indonesia lebih rendah dibanding negara lainnya. Padahal kualitas bangsa suatu negara ditentukan dari aspek kontribusi pangan. Salah satu contoh adalah susu yang sangat penting untuk masa pertumbuhan.

Demikian disampaikan Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Ir. Zaenal Bachrudin, M. Sc., Ph. D pada Seminar Nasional Hari Susu Nusantara, Minggu, (14/5/2017) di Auditorium Fakultas Peternakan UGM. Seminar tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Susu Nusantara 2017 yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Peternakan UGM.

Dalam makalahnya, Zaenal memberikan pengetahuan tentang industri susu dan menegaskan  kualitas yang diberikan kepada generasi berikutnya merupakan cita-cita yang harus diwujudkan.  Sementara, narasumber lain yang mempresentasikan makalahnya, antara lain Bayu Isnawan selaku Head of Shopping Marketing Frisian Flag Indonesia dan Drh. Tjahjani Widiastuti selaku Staf Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan.

BEM Fakultas Peternakan UGM menggelar seminar dan kegiatan mengedukasi pentingya minum susu kepada masyarakat melalui civitas akademika UGM (foto dok. panitia)
BEM Fakultas Peternakan UGM menggelar seminar dan kegiatan mengedukasi pentingya minum susu kepada masyarakat melalui civitas akademika UGM (foto dok. panitia)

Bayu Isnawan menambahkan, upaya meningkatkan minat masyarakat mengonsumsi susu adalah dengan mengubah kebiasaan mereka, dari tidak terbiasa minum susu harus dibiasakan mengonsumsi susu. Kebiasaan tersebut seyogyanya diberlakukan sejak kanak-kanak. Tujuannya agar tidak terjadi laktosa intoleran (kelainan tubuh masyarakat Asia dalam mencerna susu). Sehingga, setelah dewasa mereka sudah biasa minum susu.

Dikatakan Bayu, Frisian Flag memiliki satu perusahaan yang memproduksi susu pasteurisasi dan didirikan oleh para peternak. Lebih dari 70% peternaknya, kata Bayu, memiliki kondisi ekonomi di bawah rata-rata. “Hal ini menunjukkan bahwa susu dapat menjadi salah satu roda penggerak ekonomi Indonesia dengan membantu kesejahteraan langsung peternak rakyat,” jelasnya.

Sementara itu, Staf Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Drh. Tjahjani Widiastuti menjelaskan, pemerintah dalam waktu dekat akan membuat Peraturan Menteri (Permen) tentang peternakan rakyat. “Pak Menteri akan menandatangani Permen yang dianggap akan lebih menyejahterakan peternak kita,” ungkapnya.

Tema Hari Susu Nusantara 2017, Laktosa,   Laktasi Goes to Selasar, dengan membagikan segelas susu beraneka rasa kepada warga UGM (foto dok. panitia)
Tema Hari Susu Nusantara 2017, Laktosa, Laktasi Goes to Selasar, dengan membagikan segelas susu beraneka rasa kepada warga UGM (foto dok. panitia)

Edukasi Minum Susu

Peringatan Hari Susu Nusantara 2017 digelar dalam kegiatan bernama Laktasi Goes to Selasar (Laktosa). Kegiatan tersebut ditujukan kepada civitas akademika UGM yang dilaksanakan di setiap fakultas. Acara Laktosa dilaksanakan selama sepekan dari 2 Mei hingga 9 Mei 2017. Acara tersebut bertujuan  memberikan edukasi pentingnya minum susu kepada civitas akademika UGM dengan cara membagikan segelas susu beraneka rasa kepada warga UGM.

“Tujuan Laktosa memberikan penyadaran kepada mahasiswa UGM tentang pentingnya mengonsumsi susu,” papar Amaylia Almas selaku Wakil Ketua Pelaksana Laktosa.

Syarat untuk mendapatkan segelas susu hanya dengan menukarkan koin. Hal itu bertujuan untuk memberikan gambaran bahwa minum susu sangat mudah dan tidak memakan biaya banyak jika kita menganggarkan uang saku kita untuk membeli segelas susu.

Sebelumnya, pada 30 April 2017 telah berlangsung lomba mewarnai untuk anak TK. Kemudian, dilanjutkan Laktosa atau Laktasi Goes to Seladar. Pemberian edukasi tentang pentingnya mengonsumsi susu digelar di 19 fakultas di UGM. “Syarat untuk mendapatkan segelas susu hanya dengan menukarkan koin saja,” terang Amaylia.

Hingga November 2017 ke depan, Hari Susu Nusantara 2017 masih berlanjut dengan beragam kegiatan, seperti lomba foto dan video, lactarity, Milky Way, dan laktasi.[Pia Alvita/Taufiq Hakim]