Presiden Kemukakan Pesatnya Pembangunan Infrastruktur Di Indonesia

147
Para kepala negara di The Belt and Road Forum for International . Dairi kiri ke kanan : Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden RRT Xi Jinping, Presiden Joko Widodo, dan Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev.

BEIJING, KAGAMA. Presiden Joko Widodo mengemukakan pesatnya pembangunan infrastruktur di provinsi Sumatera Utara dan Sulawesi Utara dalam pidatonya di The Belt and Road Forum for International Cooperation (BRF) di Yangqi Lake International Conference Center (ICC), Senin (15/5/2017).

Inilah bukti dari pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh Nusantara yang tengah digalakkan di era pemerintahannya dalam dua tahun terakhir. Hasilnya kini sedikit demi sedikit mulai dapat dirasakan rakyat Indonesia.

“Sumatra Utara, bagian paling barat dari Kepulauan Indonesia sekaligus gerbang masuk ke Selat Malaka, sekarang berkembang pesat sebagai pusat pengolahan minyak kelapa sawit dan industri oleochemical. Di lokasi ini pula, terdapat Danau Toba, sebuah danau di pegunungan, di mana jumlah wisatawan sekarang bertumbuh pesat,” kata orang nomor satu di Indonesia itu.

Presiden Joko Widodo dan Presiden Rodrigo Duterte (kanan) menjalin kerjasama Indonesia dan Filipina di perairan Sulawesi Utara dan Filipina Selatan.
Presiden Joko Widodo dan Presiden Rodrigo Duterte (kanan) menjalin kerjasama Indonesia dan Filipina di perairan Sulawesi Utara dan Filipina Selatan.

Sementara itu, di Sulawesi Utara, bagian paling utara dari Kepulauan Indonesia yang bertetangga langsung dengan bagian paling selatan Kepulauan Filipina, kini tumbuh sebagai destinasi baru bagi para wisatawan lokal dan mancanegara.

Presiden Joko Widodo bersama dengan Presiden Duterte beberapa waktu yang lalu bahkan telah meresmikan jalur pelayaran dari Davao dan General Santos di Filipina Selatan menuju Sulawesi Utara.

“Sejak tahun lalu beberapa maskapai penerbangan Indonesia membuka rute langsung dari daratan Tiongkok ke Sulawesi Utara. Jumlah wisatawan Tiongkok ke Sulawesi Utara pun melonjak, dari 12 ribu per tahun menjadi 12 ribu per bulan,” tuturnya lebih lanjut.

Mengikuti keberhasilan tersebut, semakin banyak maskapai penerbangan yang menyatakan minatnya untuk membuka jalur penerbangan menuju Sumatra Utara dan Sulawesi Utara. Kedua provinsi tersebut kini juga menjadi peluang investasi baru bagi para investor.

“Maka kami ingin mengundang Bapak dan Ibu sekalian untuk juga menghubungkan jasa-jasa pelayaran dan rute-rute penerbangan pada dua gerbang di bagian barat dan utara Indonesia ini. Saya percaya yang dibutuhkan di dunia saat ini adalah proyek-proyek yang konkret,” papar Kepala Negara dengan nada optimistis.

 

Sumber : Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat