Presiden Joko Widodo Ungkap Visi Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia

85
Presiden Joko Widodo mengungkapkan visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dalam The Belt and Road Forum for International Cooperation (BRF).

BEIJING, KAGAMA. Jalur sutra baru atau yang dikenal dengan Inisiatif Belt and Road (B & R) merupakan sebuah bentuk kerja sama dan konektivitas antara negara-negara yang sedang dibahas oleh Presiden Joko Widodo bersama dengan 29 kepala negara dan pemerintahan lainnya dalam The Belt and Road Forum for International Cooperation (BRF) sesi sore.

Dalam forum tersebut, Presiden mengungkapkan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia yang sejalan dengan aspek kemaritiman dari inisiatif B & R. Indonesia sebagai zona ekonomi maritim terbesar di dunia yang perairannya merupakan persimpangan antara Samudra Pasifik dan Samudra India memiliki peranan yang penting dan strategis.

“Kebetulan, salah satu kerangka strategis dalam visi dan misi pemerintahan saya adalah wacana Indonesia sebagai poros maritim dunia,” ujar Presiden di Yangqi Lake International Conference Center (ICC), Senin (15/5/2017).

Kepada para kepala negara yang hadir, Presiden Joko Widodo memaparkan mengenai kondisi terkini dari upaya-upaya pemerintah dalam mewujudkan visi poros maritim dunia tersebut. Kepala Negara juga menyebut bahwa Indonesia penuh dengan segala kekayaan alam dan wisata.

“Jarak dari bagian paling barat Kepulauan Indonesia sampai ke bagian paling timur adalah sama dengan jarak dari London ke Dubai atau dari Los Angeles ke New York. Kepulauan dan perairan Indonesia yang demikian besar juga penuh dengan kekayaan alam dan kekayaan wisata,” ucapnya.

Namun, potensi yang dimiliki  Indonesia tersebut diakui belum dapat dimanfaatkan dengan baik. Sebab, sebagian besar wilayah di Indonesia yang terdiri atas kepulauan tidak terkoneksi dengan baik melalui infrastruktur yang memadai.

“Baru di tahun 2014, tidak lebih dari satu bulan saya menjabat, saya memangkas subsidi bahan bakar minyak lebih dari 80 persen. Reformasi itu menciptakan ruang fiskal sekitar 15 miliar dolar AS per tahun yang sebagian besar kami alokasikan kepada pembangunan infrastruktur. Maka lahirlah program pengembangan infrastruktur terbesar dalam sejarah Indonesia,” Presiden menambahkan.

Presiden Joko Widodo meyakini bahwa visi kerja sama dan konektivitas antara negara-negara dalam Inisiatif B & R akan dapat terwujud. Ia pun mengajak para kepala negara untuk bersama-sama memperlihatkan kepada dunia mengenai pembangunan yang dilakukan untuk mewujudkan visi tersebut.

“Sebagaimana disampaikan Presiden Xi Jinping kemarin pagi, visi kita akan terbangun satu per satu. Ada pepatah Bahasa Inggris yang mengatakan ‘Seeing is Believing, mari kita perlihatkan kepada dunia bahwa kita benar-benar membangun visi kita secara konkret,” ungkap Presiden Joko Widodo menutup pernyataannya.

 

Sumber : Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat