KAGAMA.CO, BULAKSUMUR — Perempuan berusia 35 tahun asal Riau ini merupakan lulusan pertama Politeknik Caltex Riau (PCR). Berangkat dari pendidikan D3 ini, Yuli Triani mengawali kariernya sebagai pengajar untuk anak-anak korban tsunami dari Aceh yang didatangkan melalui kerjasama Chevron dan USAID di PCR.

Keterbatasan pendidikan Yuli selama sembilan tahun menjadi pengajar praktik membuatnya tidak bisa seratus persen menjadi dosen. Itulah yang mendorong dirinya mengambil setiap kesempatan yang diberikan untuk melanjutkan studinya.

Meraih gelar S2 ini pun bukan perjalanan yang mudah. “Selama kuliah, terutama D3, sering sekali saya terbuai untuk berhenti karena kendala ekonomi,” kata Yuli kepada KAGAMA. Kamis (19/10).

Berasal dari keluarga sederhana dengan ayah seorang buruh bangunan memang tidak mudah. Ditambah keadaan kakak-kakaknya yang harus bekerja sebagai buruh pabrik di Batam. Mereka juga harus menyisihkan pendapatan untuk membantu keuangan studi D3 Telekomunikasi Yuli. Pengalaman kesulitan ini memotivasi Yuli untuk mewujudkan cita-cita sebagai dosen dan menyelesaikan tugas studinya.