BULAKSUMUR, KAGAMA – Wyncent Halim, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) berhasil menyabet juara 3 dalam Young Speakers’ Contest. Halim adalah satu dari dua delegasi Kampus Biru untuk mengikuti kompetisi  yang digelar oleh ASEAN University Network (AUN).

Delegasi UGM kedua yang menjadi rekan Halim adalah Pralampita K. Mudifah, mahasiswa program Diploma 3 Rekam Medis dalam ajang Educational Forum. Kegiatan diselenggarakan di National University of Singapore (NUS) pada 22-26 Mei 2017.

Kompetisi tersebut merupakan bagian dari agenda “The 17th AUN & 6th ASEAN+3 Educational Forum & Young Speakers’ Contest”. Kegiatan yang mengangkat tema “ASEAN+3 in An Era of Global Uncertainty: Responses and Optimism”  diikuti sebanyak 46 mahasiswa dari 23 universitas di 10 negara anggota ASEAN, China, Jepang, serta Korea Selatan.

Wyncent menyampaikan, langkahnya meraih juara 3 dalam  Young Speakers’ Contest tidaklah diperoleh dengan mudah.  Dia  harus melalui serangkaian seleksi yang cukup ketat bersama dengan 22 peserta lainnya. Selanjutnya, seluruh peserta diberikan kesempatan berpidato selama 5 hingga 7 menit di babak penyisihan

“Dari 23 peserta dipilih 6 besar untuk maju ke babak final,” terangnya, Senin (29/5/2017) di UGM.

Kompetisi yang digelar  ASEAN University Network (AUN) diikuti 46  dari 23 universitas di 10 negara anggota ASEAN, China, Jepang, serta Korea Selatan (Foto ISTIMEWA)
Kompetisi yang digelar ASEAN University Network (AUN) diikuti 46 dari 23 universitas di 10 negara anggota ASEAN, China, Jepang, serta Korea Selatan (Foto ISTIMEWA)

Keenam finalis tersebut berasal dari Indonesia, Singapura, Jepang, Filipina, Thailand, dan China. Dalam babak final, para finalis diberikan waktu 1 jam untuk membuat pidato impromptu selama 5 menit dan diikuti tanya jawab selama 2 menit. Adapun topik yang diberikan adalah “If You Were The Future Leader of Your Country, What Will You Do to Steer Collaboration with East Asian Regions so as to Bring Peace and Prosperity in The Region?”.

“Bersyukur terpilih sebagai juara tiga dalam kompetisi bergengsi ini,” ungkapnya.

Sementara Pralampita menjelaskan dalam Educational Forum dia bekerja bersama dengan peserta lain secara kelompok berdasar asal negara peserta. Setiap kelompok negara diminta mempresentasikan profil negara masing-masing dengan membahas tiga isu utama yakni kemanan, ekonomi, dan lingkungan hidup.

“Hasil akhirnya berupa Youth Joint Statement yang diserahkan ke ASEAN Ministerial Meeting on Youth,” tuturnya. (Humas UGM/Ika/rts)