KAGAMA.CO, BULAKSUMUR—Bulan lalu, tepatnya pada 21 Juni 2018, media daring Business Insider regional Belanda menerbitkan artikel dalam situsnya yang berjudul The 39 Powerfull Female Engineers of 2018. Artikel tersebut menyoroti peran insinyur perempuan yang pantas menjadi panutan karena jasanya dalam mengembangkan teknologi yang berdampak besar terhadap masyarakat dunia.

Salah seorang di antara nama-nama itu, ada satu perempuan dari Indonesia yaitu Wiratni Budhijanto ST., MT., Ph.D. Ia merupakan dosen  di departemen Teknik Kimia UGM sejak tahun 1996. Ketika ditemui di kantornya baru-baru ini, Wiratni menyatakan kaget ketika tahu namanya tercantum dalam daftar tersebut. Ia tidak menyangka namanya bisa disandingkan dengan perempuan-perempuan besar lain dari seluruh dunia.

“Saya tidak pernah dihubungi oleh pihak media tersebut. Saya baru tahu malah dari dosen sejawat yang menggoda,” ungkapnya.

Wiratni menduga pencantuman namanya tersebut ada kaitannya dengan salah satu penelitiannya yang didanai USAID. Penelitian yang dimaksud adalah proyek pembuatan teknologi penyaringan air limbah menjadi air siap pakai kembali. Metode Wiratni adalah dengan mempercepat pertumbuhan bakteri anaerob sebagai mikroorganisme yang berperan dalam proses penyaringan air tadi.