Waspadai Berbagai Penyakit yang Muncul Pasca Banjir

22
Bencana banjir tidak hanya menyebabkan kerusakan material, tetapi juga menimbulkan risiko berbagai penyakit. Foto: Tempo
Bencana banjir tidak hanya menyebabkan kerusakan material, tetapi juga menimbulkan risiko berbagai penyakit. Foto: Tempo

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Sebagian orang di awal tahun 2020 tak bisa menikmati momen tahun barunya.

Adanya cuaca ekstrem menyebabkan sejumlah wilayah di Indonesia diguyur hujan besar hampir setiap hari.

Kemudian berujung bencana banjir yang melanda beberapa wilayah, seperti di Jabodetabek.

Bencana banjir tidak hanya menyebabkan kerusakan material, tetapi juga menimbulkan risiko berbagai penyakit.

Bagi kamu yang terdampak banjir atau sedang menghadapi hujan ekstrem terus-menerus, penting untuk mewaspadai berbagai risiko penyakit yang muncul.

Berikut paparannya menurut para ahli.

Baca juga: Sahid Susanto Muda, Rajin Bantu Orang Tua Berdagang Sampai Jadi Sopir Angkutan

Diare

Genangan air yang kotor di sekitar rumahmu, membuat dirimu dan keluarga bisa berpotensi terserang penyakit diare.

Apalagi, makanan yang tersedia seringkali terkontaminasi bakteri, virus dan parasit, membuat risiko penyakit diare-mu makin meningkat.

Demam Tifoid

Banjir menyebabkan sejumlah area di rumahmu menjadi tidak bersih, sehingga makanan dan minuman yang ada dapat terkontaminasi oleh banyak bakteri, salah satunya bakteri Salmonella Typhi.

Bakteri Salmonella Typhi merupakan penyebab utama munculnya penyakit demam tifoid.

Ada pun gejala penyakit demam tifoid yakni, demam yang bisa mencapai 40,5 derajat celcius, nyeri otot, batuk kering, lemah dan lelah, sakit kepala, bekeringat, batuk, kering, hingga perut membengkak.

Baca juga: Kembangkan Sapi Unggulan, UGM Berharap Bisa Swasembada Daging