KAGAMA.CO, BULAKSUMUR-Sejak revolusi industri, pengembangan teknologi modern semakin melaju cepat. Di banyak negara teknologi tradisonal seperti sepeda dan surat mulai digantikan dengan sepeda motor dan gawai.

Indonesia sendiri sudah mengalami evolusi teknologi ini sejak ratusan tahun lalu. Oleh karenanya tak mengherankan jika sekarang kita mulai jarang melihat pesepeda atau pun kotak pos di sepanjang jalan utama Kota Yogyakarta.

Sayangnya, pembahasan mengenai teknologi yang muncul di masyarakat kebanyakan hanya berfokus pada produktivitas serta inovasi yang ditimbulkannya. Sangat jarang kita mendengar pembahasan mengenai peran teknologi dalam kebudayaan masyarakat secara luas. Keprihatinan tersebut pernah dibahas oleh mantan dosen Teknik Arsitektur UGM, YB Mangunwijaya.

Menurut pria berjuluk Si Burung Manyar ini, teknologi harusnya dibahas dalam ragam perpsektif yang luas. Oleh karena itu, ia berpandangan pemahaman mengenai riset-riset seputar teknologi modern bukan semata tugas dari dosen atau ilmuwan kluster saintek.

Menurutnya, ilmuwan dan dosen bidang sosial humaniora juga harus terlibat dan paham dengan pengembangan teknologi. Hal ini karena merekalah yang menguasai dasar-dasar ilmu kemasyarakatan.

Mangun beranggapan, teknologi akan sangat berpengaruh terhadap masyarakat. Jika penemuan dan inovasi tidak disertai dengan pemahaman yang baik tentang budaya yang dihidupi masyarakat, maka akan menimbulkan ketidakjelasan penggunaan teknologi yang ada.