Wakil Gubernur Sumut Rajek Shah Apresiasi Kesuksesan Ganjar Pranowo Wujudkan Smartcity di Jawa Tengah

44
Wakil Gubernur Sumut Musa Rajek Shah mengatakan, generasi milenilal harus dapat beradaptasi tidak hanya di bidang teori, tetapi juga mempunyai kemampuan untuk belajar apa saja. Foto: Taufiq Hakim
Wakil Gubernur Sumut Musa Rajek Shah mengatakan, generasi milenilal harus dapat beradaptasi tidak hanya di bidang teori, tetapi juga mempunyai kemampuan untuk belajar apa saja. Foto: Taufiq Hakim

KAGAMA.CO, MEDAN – Sebagai Sumber Daya Manusia (sDM) Indonesia, generasi milenial tak luput dari perubahan industri 4.0.

Untuk itu, generasi milenilal harus dapat beradaptasi tidak hanya di bidang teori, tetapi juga mempunyai kemampuan untuk belajar apa saja.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajek Shah saat membuka “Millenial Fest Industri 4.0” pada Kamis (3/10/2019) di Ballroom Hotel Adimulia, Kota Medan.

Rajek dalam kesempatan tersebut membacakan sambutan Gubernur Edy Rahmayadi yang berhalangan hadir sebab menghadiri acar bakti sosial untuk peristiwa kerusuhan di Wamena baru-baru ini.

Rajek mengatakan, generasi milenial dituntut mempunyai softskill, berpikir kritis, kreatif, komunikatif, menguasai manajemen konflik, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, serta bertanggung jawab.

Ganjar Pranowo membabar inspirasi kepemimpinannya yang memaknai filosofi mandi dengan gayung ala orang Jawa. Foto: Taufiq Hakim
Ganjar Pranowo membabar inspirasi kepemimpinannya yang memaknai filosofi mandi dengan gayung ala orang Jawa. Foto: Taufiq Hakim

Baca juga: Millenial Fest Industri 4.0 Semarakkan pra Munas KAGAMA XIII

Melalui acara ini, kata Rajek, peran generasi milenial yang enerjik dan optimis diharapkan bisa membawa perubahan, ide segar, serta pemikiran kreatif supaya mampu membawa perubahan.

Selanjutnya, di sesi seminar, Rajek mengapresiasi Ganjar Pranowo yang sukses mewujudkan Jawa Tengah sebagai smarcity.

Rajek menilai Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga sudah beranjak menuju smartcity atau smartprovince, namun belum sepenuhnya.

Dengan adanya sistem tersebut, kata Rajek, Pemprov dan masyarakat bisa menghemat waktu dan biaya dalam melaksanakan tata pemerintahan.

Sementara itu, Ganjar Pranowo sebelumnya menyampaikan pengalamannya selama memimpin Jawa Tengah.

Baca juga: Koesnadi Lelang Pulpen Tua Demi Bangun Wisma KAGAMA