Vivin Peraih IPK Tertinggi FKKMK Sempat Tertekan di Awal Kuliah

963
Vivin berhasil mencapai targetnya, merampunglan skripsi sebelum KKN dan mendapatkan IPK yang nyaris sempurna. Foto: Istimewa
Vivin berhasil mencapai targetnya, merampunglan skripsi sebelum KKN dan mendapatkan IPK yang nyaris sempurna. Foto: Istimewa

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Vincentia Fanny Gita Rosari (22) dulunya pernah menyimpan harapan menjadi salah satu wisudawan terbaik. Kini harapan tersebut terjawab sudah.

Perempuan yang akrab disapa Vivin ini menjadi Wakil Wisudawan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM (FK-KMK) dalam Wisuda Program Sarjana dan Diploma Periode IV Tahun Akademik 2018/2019 pada Rabu (21/8/2019) di GSP.

Setelah mengetahui bahwa dirinya menjadi wakil wisudawan, Vivin tak langsung memberi tahu orang tuanya.

Kabar tentang wakil wisudawan, kata Vivin, biarlah menjadi kejutan.

Orang tua Vivin memilih libur kerja dan mendoakan Vivin saat menempuh ujian. Foto: Isitmewa
Orang tua Vivin memilih libur kerja dan mendoakan Vivin saat menempuh ujian. Foto: Isitmewa

Baca juga: Cerita Penduduk dari Daerah yang Tidak Mendapat Subsidi BBM

Sempat Tertekan di Awal Kuliah

Bisa sampai berada di tahap ini, bagi Vivin tidaklah mudah.

Ia tetap bertahan meski telah mengalami kehidupan kuliah yang pasang surut.

“Pas awal-awal masuk kuliah, masih polos nggak ngerti apa-apa. Mana sistemnya beda dibanding fakultas lain. Di sini sistemnya blok, jadi setiap enam minggu sekali aku ujian. Sempat kaget juga. Ujian blok ini kalau nilai jelek bisa ngaruh ke IP. Tertekan gitu awal-awal. Tapi lama-lama terbiasa,” ujar Vivin kepada KAGAMA, selepas prosesi wisuda.

Lanjut Vivin bercerita, setelah mengarungi berbagai tantangan selama kuliah, ia merasa bersyukur kepada Tuhan, karena selalu dimudahkan segala urusannya.

Termasuk di masa mengerjakan skripsi. Dikatakan oleh Vivin, ia bisa bekerja sama dengan dosen yang baik dan mau membantu.

Meskipun ada beberapa orang yang merendahkan jurusannya, Vivin merasa beruntung karena lebih banyak orang yang memberikan masukan positif kepada dirinya. Foto: Istimewa
Meskipun ada beberapa orang yang merendahkan jurusannya, Vivin merasa beruntung karena lebih banyak orang yang memberikan masukan positif kepada dirinya. Foto: Istimewa

Baca juga: Laboratorium-Laboratorium Tertua di UGM

Di samping itu Vivin merasa beruntung berkat dana hibah penelitian yang ia dapatkan, sehingga ia tidak mengeluarkan modal untuk pengerjaan skripsinya.

Vivin berhasil mencapai targetnya, merampunglan skripsi sebelum KKN dan mendapatkan IPK yang nyaris sempurna.

“Dulu pernah ada acara kumpul-kumpul gitu. Terus ditanyain cita-citanya apa, aku jawab saja ‘ingin dapat IPK 4.00’. Teman-teman sempat ragu, karena aku belajar di FKKMK. Saya pun juga bertanya-tanya pada diri sendiri ‘apakah bisa?’,” ujar wisudawan dari Prodi Ilmu Keperawatan itu.

Menerima Komentar yang Kurang Nyaman tentang Jurusannya

Tak hanya dari sisi proses belajar, Vivin juga menghadapi tantangan lain.

Ia seringkali menerima komentar yang merendahkan mahasiswa Ilmu Keperawatan.

“Ada yang tanya, ‘ngapain’ kuliah tinggi-tinggi kalau ujung-ujungnya jadi perawat?’ Atau gini, ‘kuliah di FKKMK kenapa nggak ambil kedokteran sekalian aja?,” ungkap Vivin.

Respon dari orang-orang tersebut sempat membuatnya tertekan di awal masa kuliahnya.

Namun, Vivin merasa beruntung karena lebih banyak orang yang memberikan masukan positif kepada dirinya.

Baca juga: Almarhum Budi Setiyanto Sosok Dosen Genius