Usulan Kagama untuk Perekonomian Indonesia

56
Pakar UGM Mohtar Mas’oed banyak memberikan sumbangan pemikiran soal masalah ekonomi di Indonesia. Foto : KAGAMA
Pakar UGM Mohtar Mas’oed banyak memberikan sumbangan pemikiran soal masalah ekonomi di Indonesia. Foto : KAGAMA

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Tidak dipungkiri dalam perjalanannya, Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) selalu memberikan saran dan usulan untuk membangun bangsa.

Selain itu, Kagama selalu peka terhadap isu-isu dalam berbagai bidang.

Selain isu politik dan isu pendidikan, Kagama juga sensitif terhadap isu ekonomi yang melanda dunia dan berdampak pada Indonesia.

Salah satunya adalah krisis keuangan global yang terjadi pada tahun 2008.

Dalam buku 7 Windu Sumbangsih Kagama bagi Bangsa dan Negara, diungkapkan bahwa Kagama sempat mengadakan diskusi menyoal krisis keuangan global.

Kegiatan tersebut sempat digelar pada 18 Desember 2018.

Bersamaan dengan peringatan ulang tahun Kagama ke-50, sebuah acara diskusi panel bertajuk “Menyiasati Krisis Keuangan Global” untuk menyambut isu tersebut.

Baca juga: Kagama Gelar Sunmor di Pantai Sanur

Acara yang dihadiri oleh sekitar 324 alumni tersebut dilatarbelakangi oleh wajah perekonomian dunia yang mengalami kelesuan, sejak paruh kedua 2008.

Salah satu hal yang menjadi penyebab kelesuan ekonomi dunia ialah kredit sektor perumahan di Amerika Serikat yang mengalami kemacetan.

Lantaran hal tersebut, ekonomi dunia pun diceritakan mulai kehilangan gairah.

Selain itu, dalam masa tersebut, beberapa perusahaan di Amerika Serikat deceritakan terancam bangkrut, seperti Lehman Brothers, Merril Lynchm dan American International Group (AIG).

Krisis tersebut ternyata juga berimbas pada Indonesia.

Diungkapkan dalam buku tersebut skala imbas kelesuan ekonomi tersebut kemudian menyebabkan beberapa hal, seperti volume ekspor yang menurun, gelombang PHK (pemutusan hubungan kerja) yang meningkat dan membengkaknya pengangguran dan kemiskinan.

Hal itu tentu menunjukkan bahwa dampak krisis tersebut pada Indonesia cukup serius.

Selain itu, krisis ekonomi tentu menyebabkan stabilitas nasional terganggu.

Di sisi lain, dalam membahas isu ekonomi tersebut, Kagama kemudian menghadirkan narasumber yang beragam

Narasumber yang dihadirkan Kagama dalam diskusi panel tersebut berasal dari latar belakang akademisi dan ilmuwan, budayawan, birokrat, dan praktisi dari disiplin yang beragam

Keberagaman tersebut diungkapkan untuk menawarkan cara pandang, telaah, dan penyikapan yang berbeda.

Hal itu dimaksudkan agar diskusi menjadi menarik dan tidak terjebak dengan cara pandang tunggal dalam menyikapi sebuah permasalahan.

Salah satu panelis, Mohtar Mas’oed, mengungkapkan dari segi ekonomi politik.

Menurut Mohtar, seperti dikutip Kagama dari buku 7 Windu Sumbangsih Kagama bagi Bangsa dan Negara, krisisi finansial yang terjadi pada tahun tersebut perlu dicari pada lembaga-lembaga dan praktik gabungan berbagai perusahaan dan pasar finansial yang berjalan dengan sedikit regulasi pemerintah.