JAKARTA, KAGAMA. Bertempat di Menara Bank Tabungan Negara (BTN), Jakarta, Selasa (7/2/2017), sejumlah Pengurus Pusat Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) bertemu dengan jajaran Dewan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (IKA Undip). Pertemuan antarpengurus kedua lembaga ini guna urun rembuk soal bentuk kerjasama sebagai tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya pada 9 Februari 2016 silam. Kerjasama ini diharapkan bisa membantu mewujudkan masyarakat  yang sejahtera dan berdaya saing.

Dalam diskusi yang akrab dan cair ini, Kagama telah mengemukakan bentuk kegiatan bersama yang diharapkan punya dampak langsung bagi peningakatan ekonomi masyarakat desa yakni dengan mewujudkan program agroindustri di pedesaan.

Di tataran nasional meliputi, kerjasama menyelenggarakan seminar nasional yang high profile. Kedua, kerjasama merancang kajian strategis dan mengeluarkan rekomendasi kebijakan untuk pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla dalam rangka penguatan Nawacita.

Ketiga, merancang bakti sosial, seperti kerjasama UGM dan UNDIP (dalam kuliah kerja nyata) guna melakukan pemberdayaan masyarakat di perbatasan, memperkuat Nawacita dengan membangun Indonesia dari pinggir. Keempat, kerjasama pengkajian pengembangan energi alternatif. Kelima, kerjasama mencermati kembali  Papua Food Estate dalam rangka ketersediaan pangan di luar Pulau Jawa  secara terencana dengan baik.

Lantas di tataran daerah atau lokal ada wacana Technopark Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta berbasis small medium entrepreneurship. Ada empat model dalam kajiannya, yakni Triple  Helix yaitu pemerintah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, UGM plus Undip, serta sektor swasta (terutama para alumni dari kedua universitas). Model ini menekankan peran dan hubungan dekat antara tiga aktor, yaitu universitas (akademisi), industri (bisnis), dan pemerintah daerah.

Model kedua, Silicon Valley yang merupakan pusat kawasan industri. Model ini diharapkan bisa menjadi inkubator  bisnis yang nantinya akan melahirkan industri-industri menengah. Ketiga, pembuatan master plan pariwisata Karimun Jawa yang berbasis komunitas.

Ketua Umum DPP IKA Undip Maryono (kiri), dan Wakil Sekretaris Umum PP Kagama Sri Puryono. KAGAMA/Josep
Ketua Umum DPP IKA Undip Maryono (kiri), dan Wakil Sekretaris Umum PP Kagama Sri Puryono. KAGAMA/Josep

Wacana kedua di tataran daerah adalah Integrated Farming System yang mesti dilakukan secara bersama-sama antara Kagama, IKA Undip, UGM, Undip, Pemda Jawa Tengah, dan Perhutani.

“Ide hilirisasi produk-produk agroindustri di pedesaan harus dilakukan menyeluruh mulai dari pemetaan potensi sumberdaya wilayah desa, pelatihan sumber daya manusia, pendampingan sampai pada pasca produksi atau memasarkan dan menjualnya,” ujar Wakil Sekretaris Umum PP Kagama Sri Puryono.

Sementara itu, Ketua Umum DPP IKA Undip Maryono mengingatkan agar semua hasil diskusi ini mesti segera diwujudkan implementasinya. “Kepanitiaan bersama dari kedua lembaga mesti segera dibentuk untuk program yang telah disepakati agar bisa diaplikasikan,” tutur Direktur Utama BTN tersebut.

Di pertemuan ini, PP Kagama diwakili antara lain oleh Wakil Sekum Sri Puryono, Ketua I Anton Mart Irianto, dan Sekretaris Eksekutif Laode Muhammad Untung. Lantas delegasi DPP IKA Undip diwakili Ketua Umum Maryono, Ketua Nusyirwan, Sekretaris Jenderal Muqowam, serta Bendahara Umum Handaka.

Dalam waktu dekat PP Kagama bekerjasama dengan DPP IKA Undip akan menggelar beberapa agenda kegiatan yakni pameran UMKM Jawa Tengah, Fun Bike, senam massal, bakti sosial, festival jajanan kuliner lokal, serta pameran lukisan sketsa wajah. (Ojos)