Upaya Membangun SDM Indonesia Maju Perlu Diimbangi dengan Kearifan Lokal

72
Rektor UGM Panut Mulyono dan Rektor Udayana Raka Sudewi memberi solusi peningkatan SDM Indonesia. Foto : Taufiq Hakim/KAGAMA
Rektor UGM Panut Mulyono dan Rektor Udayana Raka Sudewi memberi solusi peningkatan SDM Indonesia. Foto : Taufiq Hakim/KAGAMA

KAGAMA.CO, DENPASAR – Indonesia kaya akan sumber daya manusia (SDM) maupun sumber daya alam (SDA), tapi angka pengangguran masih tinggi dan kualitas pendidikan masih rendah, bisa dilihat dari temuan survei jumlah lulusan kebanyakan dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Untuk menjawab persoalan itu, PP Kagama menggelar seminar Pra Munas Kesiapan SDM Indonesia Menghadapi Revolusi Industri 4.0 Menuju Indonesia Maju, dengan sub topik Road Map Pembangunan SDM Indonesia, di Hotel Grand Inna Bali Beach, Denpasar, Bali, Kamis (14/11/2019).

Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU, ASEAN Eng., dalam paparannya mencoba berkaca dari Korea Selatan yang berhasil membangun SDM.

Dikatakan olehnya, Korea Selatan tidak memiliki SDA yang kaya seperti Indonesia, tetapi bisa menjadi negara maju.

“Kuncinya itu ada pada pembangunan karakter, mental, dan etos kerja yang kuat.”

“Dalam upayanya perlu ada pendampingan yang terarah.”

“Pembangunan SDM lewat pembangunan karakter harus digaungkan,” ujar Rektor UGM itu.

Baca juga: Munas XIII Kagama Rumuskan Peta Jalan Pembangunan SDM Indonesia

Panut juga memaparkan, sebetulnya SDM Indonesia punya potensi dan banyak anak muda bisa belajar di luar negeri sampai sukses.

Namun, begitu kembali ke Indonesia, mereka mengalami kesulitan mengembangkan ide dan kreativitasnya, karena berbagai faktor, salah satunya dana dan fasilitas yang diberikan.