Upaya KAGAMA Sekar Gending Sadarkan Masyarakat untuk Mampu Bertahan pada Masa Pandemi

308
Aktivis KAGAMA Sekar Gending, Dona Permana Dewi, M.P.P, melakukan gerakan urban farming untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat di tengah pandemi corona. Foto: Ist
Aktivis KAGAMA Sekar Gending, Dona Permana Dewi, M.P.P, melakukan gerakan urban farming untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat di tengah pandemi corona. Foto: Ist

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Aktivis KAGAMA Sekar Gending, Dona Permana Dewi, meyakini situasi pandemi Covid-19 menimbulkan dampak berantai.

Minimnya pergerakan sosial berimbas pada penurunan daya beli, ekonomi, dan isu ketahanan pangan.

Alumnus Fakultas Geografi angkatan 97 itu menyebut dampak ini dirasakan oleh semua kalangan dengan level yang berbeda-beda.

Jadi, tidak hanya masyarakat dengan penghasilan harian. Meski begitu, fenomena pandemi membuat dirinya bangga menjadi bangsa Indonesia.

“Karena justru menimbulkan spirit kebersamaan, hal yang (mungkin) tidak kita jumpai di negara lain dalam melawan corona,” tutur Dona.

Baca juga: Wujud Kepedulian KAGAMA Kendal untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

“Inilah sisi baik dari situasi yang sulit ini,” jelasnya dalam webinar Sonjo Angkringan: Menjaga Ketahanan Pangan di Perkotaan, belum lama ini.

Dona menambahkan, masyarakat pun berempati, beradaptasi dengan kondisi baru, dan bersama-sama saling memberi.

Hal tersebut terpotret jelas melalui berbagai agenda pemberian bantuan. Baik itu sembako, uang tunai, dari masyarakat, ataupun negara.

Meski begitu, Dona memandang, manusia dituntut untuk menjadi mandiri di situasi sulit, entah dengan bantuan negara atau tidak.

Untuk bisa mandiri, katanya, butuh sikap dan kemampuan beradaptasi. Hal inilah yang menginspirasi dirinya dan rekan-rekan di KAGAMA Sekar Gending (KSG) untuk beraksi.

Baca juga: KAGAMAHUT Jatim Salurkan Bantuan Dana dan Sembako kepada Warga Terdampak Covid-19