Upaya Aktivis KAGAMA Bali Ajak Masyarakat Mandiri Pangan dan Gemar Bercocok Tanam

56
Aktivis KAGAMA Bali, Gede Mantrayasa (baju biru), menjadi aktor di balik upaya kemandirian pangan di Banjar Tegehsari, Denpasar. Foto: Ist
Aktivis KAGAMA Bali, Gede Mantrayasa (baju biru), menjadi aktor di balik upaya kemandirian pangan di Banjar Tegehsari, Denpasar. Foto: Ist

KAGAMA.CO, DENPASAR – Sekitar pertengahan Maret 2020, sekelompok pemuda di Banjar Tegehsari, Kelurahan Tonja, Denpasar, Bali, sepakat membentuk kelompok Minatani.

Kemunculan Minatani Tegehsari didasari atas keprihatinan melihat dampak Covid-19 yang turut mengancam ekonomi dan ketersediaan bahan pangan.

Karena itu, mereka ingin mengupayakan kemandirian pangan dengan kegiatan pertanian.

Aktivis KAGAMA Bali, Gede Mantrayasa, menjadi sosok di balik kemunculan Minatani Tegehsari.

Langkah Gede Mantra bersama Minatani Tegehsari dimulai dengan KAGAMA Care.

Baca juga: Ganjar Sudah Kangen Masakan Ikan Sempedas Khas Riau

Kebetulan, KAGAMA Care tengah menggagas Program Urban Farming.

Maka jadilah Tegehsari sebagai satu dari 10 proyek percontohan urban farming KAGAMA Care.

Secara umum, ada dua upaya yang dilakukan Minatani Tegehsari. Yakni mengelola kebun sayur dan tanaman pangan, serta membudidayakan ikan lele.

Melalui benih sumbangan dari KAGAMA Care, mereka telah menghasilkan  bibit tanaman pangan dan sudah dibagikan kepada masyarakat sekitar.

Untuk budidaya lele, Minatani Tegehsari membuat dua kolam besar berdiameter 2 meter.

Baca juga: Anwar Sanusi: Desa Inklusi Penting bagi Penguatan Desa