KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan The University of Namibia (UNAM) untuk bidang pengolahan padi. Akademisi UNAM merasa lebih cocok bekerja sama dengan Tim UGM daripada dengan universitas dari Eropa dan  negara maju lainnya. Terbukti kerja sama tersebut sudah terjalin sejak 2009.

“Tim Pertanian UGM sudah beberapa kali ke Namibia. Tiga pekan lalu mereka ke sini. Duta Besar Namibia dan Angola ke sini (UGM). Mereka berterima kasih karena menurut laporan dari pemerintah Namibia, kerja sama dengan UGM betul-betul bisa berjalan dibandingkan kerja sama mereka dengan Eropa. Kita baru (mengembangkan) padi dan  tebu. Kita diundang ke sana,” urai Dekan Fakultas Pertanian UGM Dr. Jamhari, , SP, MP, belum lama ini di ruang kerjanya.

Dikatakan Jamhari, keadaan lahan  pertanian di Namibia sangat luas tapi jumlah petaninya masih sangat kurang. Tanah yang tersedia sebagian besar masih berupa padang rumput. Karena itu, untuk lahan yang memiliki irigasi bagus bisa lebih cepat diolah menjadi lahan pertanian.

“Banyak lahan dan luas tapi masih lahan tidur. Di Afrika problemnya tanahnya ada, orangnya (petani) yang nggak ada. Kalau ada yang mau investasi ke sana, pemerintah setempat mencari pendanaan dari berbagai lembaga dan mengembangkan padi, tebu, dan kakao,” terang Jamhari.

Menurut Jamhari, pemerintah Indonesia memang idealnya bekerja sama dengan pemerintah dari negara yang setara. Karena, kalau bekerja sama dengan negara maju, Indonesia hanya akan mengikuti atau menurut, sedangkan kalau bekerja sama  dengan negara Afrika, seperti dengan Namibia, Indonesia bisa memimpin. [RTS]