Uniknya Perpeloncoan di Awal Berdirinya UGM

125
Banyak kegiatan unik yang diadakan panitia untuk melatih mental para mahasiswa baru di awal UGM berdiri. Foto: Majalah Gadjah Mada 1953
Banyak kegiatan unik yang diadakan panitia untuk melatih mental para mahasiswa baru di awal UGM berdiri. Foto: Majalah Gadjah Mada 1953

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Beberapa hari ini UGM menggelar Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru (PPSMB) Palapa 2019.

Mahasiswa baru yang jumlahnya lebih dari 8.408 tersebut berasal dari berbagai daerah di seluruh tanah air, bahkan ada yang dari luar negeri.

Acara yang diadakan selama satu minggu tersebut terdiri dari upacara pembukaan, pembekalan di tingkat universitas dan fakultas, serta diakhiri dengan upacara penutupan yang meriah pada Jumat (9/8/2019).

Tradisi penyambutan mahasiswa baru telah diselenggarakan sejak puluhan tahun yang lalu.

Di masa-masa awal berdirinya UGM, penyambutan mahasiswa baru telah digelar dengan berbagai cara yang unik.

Berbagai perlombaan yang digelar di antaranya lomba menggelindingkan bola dan menghabiskan minuman bersoda. Foto: Majalah Gadjah Mada 1953
Berbagai perlombaan yang digelar di antaranya lomba menggelindingkan bola dan menghabiskan minuman bersoda. Foto: Majalah Gadjah Mada 1953

Baca juga: Nostalgia Ospek UGM Era 90-an, Tugas-tugas yang Aneh dan Penuh Kode

Seperti yang termuat dalam Majalah Gadjah Mada Tahun 1953, penyambutan mahasiswa baru di UGM kala itu masih menggunakan istilah perpeloncoan.

Banyak kegiatan unik yang diadakan panitia untuk melatih mental para mahasiswa baru.

Di antaranya adalah pemberlakuan atribut-atribut yang tidak sewajarnya, seperti bedak tepung kanji dan topi kerucut.

Sebagian mahasiswa bahkan ditugasi untuk berpura-pura menjadi pengemis di area Malioboro.

Tak hanya itu, salah satu kegiatan yang cukup banyak menguras waktu para mahasiswa baru adalah mengisi buku tanda tangan dari para kakak tingkat dan dosen.

Di akhir acara menjelang penutupan panitia menggelar perlombaan guna mengakrabkan kembali hubungan antar panitia dan mahasiswa baru. Foto: Majalah Gadjah Mada 1953
Di akhir acara menjelang penutupan panitia menggelar perlombaan guna mengakrabkan kembali hubungan antar panitia dan mahasiswa baru. Foto: Majalah Gadjah Mada 1953

Baca juga: Enam Fakta Menarik Ospek di UGM Era 50-an

Tujuannya yaitu agar mereka lebih mengenal para dosen dan kakak tingkat.

Setiap pertemuan, buku tanda tangan tersebut akan diperiksa oleh panitia penyambutan mahasiswa.

Bagi mahasiswa baru yang ternyata kurang lengkap dalam mengumpulkan tanda tangan akan mendapat hukuman dari panitia.

Namun, tak hanya perpeloncoan yang mereka dapat.

Di akhir acara menjelang penutupan panitia menggelar perlombaan guna mengakrabkan kembali hubungan antar panitia dan mahasiswa baru.

Lomba menghabiskan minuman bersoda. Foto: Majalah Gadjah Mada 1953
Lomba menghabiskan minuman bersoda. Foto: Majalah Gadjah Mada 1953

Baca juga: Pesan Jenderal Andika untuk Gamada: Orang Tua Jadi Motivasi Utama

Berbagai perlombaan yang digelar di antaranya lomba menggelindingkan bola dan menghabiskan minuman bersoda.

Sekarang ini, sudah tidak ada lagi praktik perpeloncoan.

Kegiatan yang ada diarahkan pada pembelajaran di kelas dan pengenalan lingkungan kampus serta mendatangkan pembicara dari alumni masing-masing fakultas.

Di akhir penutupan PPSMB tealh digelar upacara yang menampilkan pertunjukan musik dan koreografi apik yang membentuk 10 simbol persatuan dari para mahasiswa baru (Gamada) di Lapangan Pancasila UGM. (Thovan)

Baca juga: Bhagas Gamada Berusia 15 Tahun Kuliah di Program IUP Biologi