KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Setiap wisudawan/wisudawati yang menapak ke luar dari Grha Sabha Pramana (GSP) akan disambut oleh riuh rendah keluarga dan teman-teman. Namun ada yang sedikit berbeda. Wisudawan/wisudawati Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada disambut secara khusus oleh adik-adik angkatan mereka.

Iqbal, mahasiswa Jurusan Teknik Geologi angkatan 2016 merupakan salah satu yang menyambut wisudawan/wisudawati pada Kamis (22/11/18). Iqbal mengatakan penyambutan wisudawan/wisudawati mesti dipersiapkan dengan matang. Penyambutan ini bahkan menjadi salah satu program kerja dalam Divisi Kemahasiswaan dan Alumni Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi (HMTG) UGM.

“Saya aktif dalam divisi tersebut di HMTG,” ungkap Iqbal.

Penyambutan dimulai saat wisudawan/wisudawati berkumpul uasi keluar dari GSP. Yel-yel kebanggaan Jurusan Teknik Geologi dinyanyikan di tangga depan GSP oleh para junior yang mengenakan atribut maskot dan hiasan lainnya.

Setelah itu, wisudawan/wisudawati diarak menuju Jurusan Teknik Geologi. “Biasanya pakai becak, tetapi pada periode ini wisudawan/wisudawati diarak dengan dokar yang diikuti oleh tank buatan dengan atribut HMTG dan barisan Pansergeo di belakangnya,” terang Iqbal.

Sesampainya di Tugu Teknik, wisudawan/wisudawati disambut lagi oleh beberapa mahasiswa Jurusan Teknik Geologi yang sudah menunggu untuk mengantar sampai ke depan Prodi Teknik Geologi.  “Setelah itu, kami warga Geologi berfoto dengan wisudawan di depan departemen,” ucap Iqbal.

Setelah berfoto dengan keluarga dan para junior di depan departemen, para wisudawan/wisudawati menandatangani selembar kain putih yang akan diterbangkan oleh balon kuning. Wisudawan/wisudawati kemudian dipersilakan duduk dengan orang tua mereka di tenda yang sudah disediakan.

“Acara dilanjutkan dengan sambutan para dosen, hiburan, dan makan bersama keluarga wisudawan/wisudawati,” kata Iqbal.

Bagi Iqbal, penyambutan wisudawan/wisudawati merupakan apresiasi untuk para senior mereka yang telah berhasil menamatkan pendidikan di Jurusan Teknik Geologi. Selain itu, penyambutan juga dilakukan untuk menjaga rasa kekeluargaan dan jiwa korsa dengan wisudawan/wisudawati sekaligus acara perpisahan dengan mereka.

“Ke depannya, saya harap acara ini tetap terjaga dan berkembang dengan skala acara yang lebih besar lagi,” tandas Iqbal.(Thovan)