Umur Tiada yang Tahu, 2 Anggota KAGEOGAMA Beda Angkatan Telah Berpulang

1235
Kepergian Tjoek Azis Suprapto dan Danang Priwastono meninggalkan kisah tersendiri bagi Keluarga Alumni Teknik Geologi UGM (KAGEOGAMA). Foto: Ist
Kepergian Tjoek Azis Suprapto dan Danang Priwastono meninggalkan kisah tersendiri bagi Keluarga Alumni Teknik Geologi UGM (KAGEOGAMA). Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Keluarga Alumni Geologi UGM (KAGEOGAMA) mendapat terpaan kabar duka pada Minggu (2/8/2020) lalu.

Hal itu terjadi setelah dua anggota meninggalkan mereka untuk selama-lamanya.

Dua anggota itu adalah Ir. Tjoek Azis Suprapto, M.Sc. (angkatan 1974) dan Danang Priwastono, S.T. (1995).

Untuk mendoakan keduanya, KAGEOGAMA pun menggelar tahlilan secara daring pada malam Minggu malam.

Acara yang dihadiri sekitar 79 alumni Geologi UGM lintas generasi itu dibuka oleh Sulastama Raharja.

Kepergian Tjoek Azis Suprapto dan Danang Priwastono meninggalkan kisah tersendiri bagi Keluarga Alumni Teknik Geologi UGM (KAGEOGAMA). Foto: Ist
Kepergian Tjoek Azis Suprapto dan Danang Priwastono meninggalkan kisah tersendiri bagi Keluarga Alumni Teknik Geologi UGM (KAGEOGAMA). Foto: Ist

Baca juga: Kata Toronata Tambun: Jadi Alumnus Teknik Nuklir dan Teknik Fisika Harus Memiliki Pribadi yang Luwes

“Semoga arwah Pak Tjoek dan Mas Danang dapat diterima di sisi terbaik Tuhan Yang Maha Esa,” kata Sulastama, mewakili seluruh anggota KAGEOGAMA.

“Serta semoga keluarga yang ditinggalkan sabar dan tawakal menghadapi kehilangan ini,” sambung alumnus Geologi yang juga Wakil Sekretaris Jenderal VI PP KAGAMA ini.

Acara berlanjut dengan doa tahlil yang dipimpin oleh Dr. Sarju Winardi (angkatan 95) dan diteruskan dengan tausyiah dari Ir. Gatot, M.Si (angkatan 1974).

Gatot mengatakan, keluarga Geologi UGM berduka cita, berbela sungkawa, dan merasa kehilangan.

Namun, demikian,  kematian dan kehidupan adalah hal yang diciptakan Tuhan.

Baca juga: Cerita dari Anak-anak yang Menghadapi Pandemi Covid-19