UGM Tiada Henti Mengabdi ke Pelosok Negeri

27
Ilustrasi: Paskibraka SMAN Payakumbuh binaan mahasiswa PTM UGM. Foto: Arsip UGM
Ilustrasi: Paskibraka SMAN Payakumbuh binaan mahasiswa PTM UGM. Foto: Arsip UGM

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di UGM merupakan salah satu mata kuliah wajib bagi para mahasiswa.

Keberadaan KKN sudah menjadi ciri khas Kampus Kerakyatan ini.

Berbeda dengan perguruan tinggi lain, KKN di UGM diselenggarakan secara massal dan menjangkau hampir seluruh provinsi di Indonesia.

KKN di UGM memiliki sejarah panjang.

Sebelum ada KKN, program serupa pernah dijalankan di era 50-an dengan nama Pengerahan Tenaga Mahasiswa (PTM).

PTM merupakan program penerjunan mahasiswa ke daerah-daerah pelosok di Indonesia sebagai pengajar.

Baca juga: Agar Akademisi UGM Tidak Stres Lalu Bunuh Diri

Saat itu banyak mahasiswa UGM yang terlibat, di antaranya Koesnadi Hardjasoemantri, rektor sekaligus pencetus KKN di UGM.

Dalam majalah Gadjah Mada terbitan Desember 1953, Koesnadi menulis catatan panjang mengenai lahirnya PTM.

Di awal tahun 1950 banyak sekolah di berbagai daerah mengalami kekurangan tenaga pengajar.

Persoalan tersebut menjadi topik yang hangat diperbincangkan di kalangan mahasiswa saat itu.

Menurut Koesnadi salah satu penyebab kondisi tersebut yaitu rendahnya gaji dan jaminan hidup untuk para pengajar.

Hal tersebut menjadi penyebab para pengajar di daerah berbondong-bondong mencari profesi lain.

Sedangkan para mahasiswa yang telah lulus enggan menjadi pengajar…

[Baca selengkapnya di Majalah Kagama Edisi Nomor 32]

Majalah KAGAMA Edisi Nomor 32
Majalah KAGAMA Edisi Nomor 32