UGM Luncurkan Pusat Unggulan Inovasi Pewarna Alami

51
Kita mesti menyebarkan pengetahuan soal pewarna alami, yang nantinya akan menjadi big data antara kebudayaan, teknologi, dan nilai filsafatnya. Foto: Rektor UGM (dua dari kanan) saat peluncuran INDI UGM. Dok Humas UGM
Kita mesti menyebarkan pengetahuan soal pewarna alami, yang nantinya akan menjadi big data antara kebudayaan, teknologi, dan nilai filsafatnya. Foto: Rektor UGM (dua dari kanan) saat peluncuran INDI UGM. Dok Humas UGM

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU, ASEAN Eng. baru saja meluncurkan Pusat Unggulan Inovasi Pewarna Alami, atau Indonesia Natural Dye Institute (INDI).

Acara tersebut dihelat pada Selasa (10/12/2019) di Ruang A, Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada.

Menurut Rektor, karena memilki program studi yang komprehensif, UGM berkomitmen untuk berjuang demi kemanfaatan, kebahagiaan, dan keadaban bangsa Indonesia.

“Pewarna alami menyangkut semua bidang keilmuan,” ujarnya.

Beberapa bidang keilmuan yang disebutnya, antara lain kebudayaan, budidaya,  teknik pengolahan, pemasaran, hingga kesehatan.

Baca juga: UGM Tuan Rumah Kolaborasi Riset untuk Indonesia

Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, drg. Ika Dewi Ana, M.Kes., Ph.D menambahakn, pewarna alami Indonesia merupakan riset kerja sama yang sangat futuristik.

Melalui pewarna alami, kata Ika, akan memunculkan teknologi masa depan, seperti mengupayakan stabilitas, konsentrasi, dan intensitas untuk sumber pewarna alami di Indonesia.

Selain itu beberapa contoh penggunaan pewarna alami juga telah digunakan dalam dunia kesehatan salah satunya sebagai penanda obat.

“Kita mesti menyebarkan pengetahuan soal pewarna alami, yang nantinya akan menjadi big data antara kebudayaan, teknologi, dan nilai filsafatnya,” tukas Ika dalam sambutannya.

Selain peluncuran yang dilakukan oleh rektor UGM, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemaparan soal penelitian yang telah dilakukan INDI UGM.

Presentasi tersebut dipaparkan antara lain oleh Prof Dr. Paschalis Maria Laksono, MA. dari Fakultas Ilmu Budaya UGM dan Dr. Ir. Edia Rahayuningsih, M.S. dari Fakultas Teknik UGM. (Ezra)

Baca juga: Cara Tidur Nyenyak Saat Cuaca Panas Tanpa AC