KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan program pendidikan interprofesional kolaboratif Gadjah Mada On Interprofessional Education Collaborative (GM-IPEC) bagi mahasiswa dalam kluster kesehatan.

Program tersebut dibuat untuk mengembangkan kompetensi kolaborasi antar mahasiswa bidang kesehatan. Dikembangkan oleh sejumlah dosen lintas profesi kesehatan melalui hibah pengabdian kepada masyarakat berbasis Education for Sustainable Development (ESD) UGM.

GM-IPCE diinisiasi oleh Mumtihana Muchlis, SST., M.Kes., dosen D IV Kebidanan SV bersama Dian Mufitasari, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dosen Psikoilogi, dan dr. Fitriana, MSc., FM., dosen FKKMK.

UGM Kembangkan Program Pendidikan Interprofesional Kolaboratif Kesehatan.(Humas UGM)
UGM Kembangkan Program Pendidikan Interprofesional Kolaboratif Kesehatan.(Humas UGM)

 “Kolaborasi antar profesional tenaga kesehatan merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap tenaga kesehatan. Melalui praktik kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia kesehatan dan dapat memberikan hasil pelayanan kesehatan secara komperehensif yang optimal,” paparnya, Selasa (30/10/2018).

 Interprofesional Education disampaikan Mumtihana telah dilakukan di UGM seperti lewat program KKN, namun hal ini masih dengan tema yang beragam dan belum spesifik pada bidang kesehatan.

Demikian pula dengan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) telah lama mempunyai Program Community and Family Health Care (CFHC) berbasis IPE yang melibatkan tiga program studi yang berada di FKKMK.