KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat menggelar The 1st International Conference on Community Engagaement and Education for Sustainable Development (ICCCEESD) pada 7-8 November 2018 di Prime Plaza Hotel Yogyakarta.

Menghadirkan ilmuan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang berasal dari berbagai negara. Beberapa diantaranya seperti Singapura, Thailand, Belanda, Perancis, Italia, serta Jerman.

Konferensi digelar sebagai salah satu platform ilmiah internasional dalam pengabdian kepada masyarakat, khsusunya untuk mewujudkan pengabdian kepada masyarakat serta Sustainable Development Goals (SDGs) di level  lokal, regional maupun global. Ditujukan untuk memetakan, mensinergikan, memfasilitasi dan mensosialisasikan gagasan tentang pengabdian kepada masyarakat dan SDGs agar dapat direalisasikan secara optimal dalam berbagai bidang di berbagai negara.

Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Prof. Irfan Dwidya Priyambada dalam sambutannya saat membuka acara menyampaikan konferensi ini menyediakan peluang bagi para ilmuan, akademisi, industri, dan pemerintah untuk berbagai pengalaman terkait program pengabdian masyarakat yang telah dilakukan. Hal ini menjadi bagian dari kontribusi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberikan manfaat bagi kepentingan umat manusia.

“Terima kasih kepada pakar-pakar dari Indonesia dan beberapa negara yang hadir untuk membagi pengetahuan dan pengalamnnya dalam konferensi ini,” katanya.

Dia berharap lewat konferensi ini tidak hanya menjadi sarana diseminasi keilmuan antara akademisi dan praktisi dalam pengabdian masyarakat saja. Namun juga terjalin kerja sama jurnal dan peningkatan publikasi serta praktik pengabdian masyarakat. Selain itu juga kerja sama dan kolaborasi stretgis pengabdian masyarakat di tingkat lokal hingga dunia.

Sementara Ketua panitia konferensi Nanung Agus Fitriyanto, Ph.D., menjelaskan konferensi kali ini mengusung tema Innovating Engagement and Sustainability for Inclusive Society Welfare. Terbagi dalam enam subtema yakni Community Services, People, Local Food Security;Training, Marketing, Appropriate Technology, Design;Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region; dan Education for Sustainable Development.

Menghadirkan sejumlah pembicara dari dalam dan luar negeri dalam enam sesi selama dua hari konferensi. Beberapa diantaranya adalah Prof. Suratman (UGM), Asae Sayaka, Ph.D.( Halal Business& Society Development Institute, Songkhla, Thailand), Saroja Dorairajoo, Ph.D. (National University of Singapore), Prof. Sunyoto Usman (UGM) dan lainnya.  (Humas UGM/Ika)