KAGAMA.CO, YOAGYAKARTA – Universitas Gadjah Mada melalui Pusat Inovasi Agroteknologi menggelar Forum Group Discussion (FGD) dengan tema “Permasalahan dan Solusi Pengelolaan Sampah Perkotaan” pada Rabu (07/11/2018) di Heritage Place, Yogyakarta.

Para ahli menyampaikan teknik pengelolaan sampah yang dapat diterapkan di Indonesia. Para pakar yang dihadirkan antara lain Dr. Eng Mochammad Syamsiro dan Dr. Prabang Setyono, M.Si.

Kedua pakar ini memiliki bahasan yang hampir sama. Syamsiro membahas pengelolaan sampah menjadi bahan bakar, sedangkan Prabang memanfaatkan sampah bekas popok bayi (pampers) menjadi peredam suara.

Syamsiro dari Universitas Janabadra menyampaikan bahwa sampah dapat dikelola melalui Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Dalam membangun PLTSa, ia banyak mencontoh dari negara lain seperti Taiwan dan Jepang. Ia memaparkan berbagai macam teknologi untuk PLTsa yang memiliki kapasitasnya yang beragam.

Beberapa jenis teknologi yang dijelaskan meliputi hydrothermal treatment, briket, dan plastic to oil. Teknologi pengelolaan sampah yang disampaikan Pak Syamsiro ini dapat digunakan dalam skala besar dan diaplikasikan langsung di beberapa alat.

Berbeda dari Syamsiro yang memanfaatkan sampah menjadi bahan bakar seperti di luar negeri, Prabang dari Universitas Sebelas Maret (UNS) mengolah sampah menjadi barang baru.

Pengelolaan yang dilakukan pun berdasarkan pada pengamatan di lingkungan sekitarnya. Menurutnya, limbah pospak (popok sekali pakai) yang mengandung gel di dalamnya dapat dimanfaatkan sebagai filter peredam suara.

“Untuk menghilangkan bau pada pospak, maka digunakanlah limbah kopi yang sering dijumpai di angkringan atau rumah makan lainnya,” imbuhnya.(Tita)