UGM Dorong Lulusannya Geluti Bidang Konservasi Orangutan

100
Menurut Rektor UGM, ahli orangutan asing yang bebas datang ke Indonesia, akan menjadi kendala jika negara tidak mampu mendampingi. Foto: Kinanthi
Menurut Rektor UGM, ahli orangutan asing yang bebas datang ke Indonesia, akan menjadi kendala jika negara tidak mampu mendampingi. Foto: Kinanthi

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Dewasa ini, minat anak muda dinilai hanya pada beberapa pekerjaan tertentu, yang dianggap prospek pada zaman itu.

Hal ini disampaikan oleh Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng, D.Eng., dalam acara Penandatangan Nota Kesepahaman Bersama antara UGM Dengan Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation, pada Rabu (06/11/2019) di Gedung Pusat UGM.

“Saat ini dunia pendidikan dan kerja anak muda, ada kendala dalam hal passion. Selain beberapa bidang ini kurang diminati, bidang-bidang tersebut tidak mendapat perhatian khusus dari pemerintah,” jelas Panut.

Panut menjelaskan, kebetulan bidang-bidang tertentu yang diminati oleh anak muda saat ini beberapa di antaranya malah diminati oleh orang-orang asing.

Salah satu bidang itu adalah ahli atau konservasionis orangutan.

Penandatangan Nota Kesepahaman Bersama antara UGM Dengan Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation. Foto: Kinanthi
Penandatangan Nota Kesepahaman Bersama antara UGM Dengan Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation. Foto: Kinanthi

Baca juga: Belajar Egaliter dan ‘Ngewongke Wong’ ala I Wayan Nuka Lantara

Ahli orangutan asing yang bebas datang ke Indonesia, akan menjadi kendala jika negara tidak mampu mendampingi.

“Sehingga punya resistensi. Dalam tanda kutip jangan-jangan nanti diambil, dipelajari, terus di negaranya mereka membuat kloning. ‘Jangan-jangan’-nya itu banyak,” ungkap Panut.

Dia menambahkan, kenyataannya perhatian orang asing terhadap hal-hal baik di Indonesia melahirkan hal-hal yang luar biasa.

“Harusnya kita lebih aware, punya perhatian, serta kemampuan di internal Indonesia sendiri. Untuk itu, jika ada orang asing yang datang meneliti ke Indonesia atau tujuan lain, kita jadi punya daya tawar,” tandasnya.

Panut mengapresiasi BOS Foundation yang telah berusaha melakukan konservasi orangutan di Indonesia.

Baca juga: Selebritis Dinilai Efektif Sampaikan Edukasi Kesehatan Mental, Mengapa?